GRIYA ABHIPRAYA DIMULAI, KAKANWIL DITJENPAS KALBAR DORONG KEMANDIRIAN PANGAN DAN REINTEGRASI KLIEN PEMASYARAKATAN



Griya Abhipraya Dimulai, Kakanwil Ditjenpas Kalbar Dorong Kemandirian Pangan dan Reintegrasi Klien Pemasyarakatan
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat Jayanta melakukan penancapan tiang pertama pembangunan Griya Abhipraya (rumah singgah) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pontianak. Kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Kalbar, Japaham Sinaga.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Pontianak, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri, Camat setempat, serta unsur terkait lainnya.
Pembangunan Griya Abhipraya merupakan salah satu upaya Bapas Kelas I Pontianak dalam mendukung Program 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin 8 tentang kemandirian pangan melalui pengembangan program pertanian, perikanan, dan peternakan.
Ke depan, kawasan Griya Abhipraya akan dilengkapi dengan sarana peternakan berupa empat unit kandang ayam yang menggunakan metode close house rak coloni. Metode ini dinilai lebih modern dan efektif karena mampu mempercepat siklus panen ayam pedaging dibandingkan dengan sistem open house.
Kepala Bapas Kelas I Pontianak Syech Walid S dalam keterangannya menyampaikan bahwa terbentuknya Griya Abhipraya tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, khususnya melalui kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan (Pokmaslipas).
“Griya Abhipraya ini merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat. Nantinya, insyaallah, klien pemasyarakatan akan dilibatkan secara langsung dalam kegiatan peternakan ayam, pertanian, serta kegiatan produktif lainnya,” ujarnya.
“peran Bapas semakin strategis seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Bapas memiliki fungsi penting dalam melakukan pembimbingan terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah menjalani proses integrasi, serta melibatkan masyarakat melalui Pokmas Lipas” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Heriansyah berharap pembangunan Griya Abhipraya dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan kampus ke depan.
“kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia berharap pembangunan Griya Abhipraya dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kampus sekaligus masyarakat sekitar..
Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri Salahudin juga menjelaskan bahwa ke depan pembangunan kandang ayam diproyeksikan sebanyak empat unit kandang, sebagaimana telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) bersama Universitas Muhammadiyah Pontianak pada 19 Desember lalu.
“Mudah-mudahan pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kakanwil Ditjenpas Kalbar menyampaikan bahwa Griya Abhipraya merupakan sarana strategis dalam mendukung implementasi KUHP baru, khususnya terkait pidana kerja sosial.
“Griya Abhipraya menjadi pusat pembimbingan, pemantauan, dan reintegrasi bagi pelaku yang menjalani pidana kerja sosial, termasuk pendampingan pembinaan kemasyarakatan dan keterampilan agar kembali baik di masyarakat,” ujar Jayanta.
“Griya Abhipraya harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi klien pemasyarakatan” tutup Jayanta
Usai pelaksanaan penancapan tiang pertama, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan kandang ayam yang saat ini masih dalam proses pembangunan, guna memastikan kesiapan sarana pendukung program kemandirian pangan tersebut.
