TEBAR BENIH LELE DI RUTAN SAMBAS, KAKANWIL DITJENPAS KALBAR PERKUAT PROGRAM KETAHANAN PANGAN

Tebar Benih Lele di Rutan Sambas, Kakanwil Ditjenpas Kalbar Perkuat Program Ketahanan Pangan
Sambas – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, melaksanakan kegiatan tebar benih ikan lele di Rutan Kelas IIB Sambas, sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Kamis (26/02).

Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Perawatan, Amico Balalembang, serta Kepala Rutan Kelas IIB Sambas Andriyas Dwi Pujoyanto beserta jajaran. Penebaran benih dilakukan di kolam budidaya yang telah dipersiapkan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Jayanta menegaskan bahwa program budidaya ikan lele bukan sekadar kegiatan produktif, tetapi juga langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan di dalam lapas dan rutan.
“Ketahanan pangan di dalam lapas dan rutan adalah bagian dari komitmen kita untuk mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan mandiri. Melalui budidaya ikan lele ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi lahan dan sarana yang tersedia di lingkungan UPT pemasyarakatan menjadi kunci dalam mendukung program pembinaan berbasis kemandirian dan pemberdayaan. Kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan pembinaan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup warga binaan melalui pelatihan keterampilan praktis dan berkelanjutan.
“Budidaya ikan lele di dalam rutan bukan hanya kegiatan pembinaan biasa, tetapi memiliki manfaat strategis yang nyata. Selain mendukung ketahanan pangan internal dan menambah asupan protein bagi warga binaan, program ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian sebagai bekal setelah mereka kembali ke Masyarakat,” terang Jayanta.

Produksi pangan secara mandiri turut membantu efisiensi anggaran konsumsi, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tebar benih ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan rutan yang produktif, mandiri, dan berorientasi pada pembinaan. Dengan sinergi antara pimpinan wilayah dan jajaran UPT, program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Barat diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KALBAR GELAR SAFARI RAMADHAN, JAYANTA TEKANKAN INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB SAMBAS

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sambas pada Rabu (25/02) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan, penguatan sinergi, serta monitoring pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan selama bulan suci Ramadhan.

Kedatangan Kakanwil disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Sambas beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil meninjau langsung kondisi blok hunian, dapur umum, serta memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan optimal selama bulan puasa. Safari Ramadhan ini juga dirangkaikan dengan tausiyah dan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat silaturahmi antara pimpinan dan jajaran.

Dalam arahannya, Kakanwil Jayanta menyampaikan bahwa bulan Ramadhan harus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta integritas dalam bekerja.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita sebagai insan pemasyarakatan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, dan tetap berikan pelayanan terbaik kepada warga binaan,” tegasnya.
Kakanwil juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan, khususnya selama bulan Ramadhan yang memiliki dinamika kegiatan berbeda dari hari biasa, seperti sahur, buka puasa, dan pelaksanaan ibadah tarawih.

“Saya minta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini. Jangan lengah. Pengawasan harus tetap optimal, terutama pada jam-jam rawan. Laksanakan kontrol keliling secara rutin dan pastikan seluruh prosedur keamanan dijalankan sesuai standar operasional,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh petugas tetap menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah puasa.

“Jaga kondisi fisik, atur pola istirahat, dan tetap solid dalam bekerja. Kebersamaan dan komunikasi yang baik antarpetugas menjadi kunci terciptanya situasi rutan yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Sambas tetap berjalan aman, tertib, dan humanis selama bulan suci Ramadhan.

KAKANWIL DITJENPAS KALBAR MONITORING RUTAN BENGKAYANG, PASTIKAN KEAMANAN RAMADAN DAN DUKUNG KETAHANAN PANGAN

Kakanwil Ditjenpas Kalbar Monitoring Rutan Bengkayang, Pastikan Keamanan Ramadan dan Dukung Ketahanan Pangan

Bengkayang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, melakukan monitoring langsung ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkayang dalam rangka memastikan peningkatan keamanan selama bulan Ramadan sekaligus meninjau pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan rutan, Rabu (25/02).

Kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan, periode yang memerlukan perhatian khusus terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban.

Dalam kunjungannya, Jayanta menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, peningkatan kewaspadaan petugas, serta pelaksanaan kontrol dan pengawasan rutin di setiap blok hunian. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah dan terus menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.
“Monitoring ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bentuk komitmen nyata untuk memastikan seluruh jajaran bekerja optimal. Selama bulan Ramadan, kita harus memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Keamanan adalah prioritas utama di Lapas dan Rutan yang ada di Kalbar,” tegas Jayanta.

Selain memastikan aspek keamanan, Kakanwil juga meninjau program ketahanan pangan yang sedang berjalan di Rutan Bengkayang yaitu peternakan ayam Broiler. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur di lingkungan satuan kerja.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, di akhir kunjungannya Jayanta turut melakukan penanaman singkong. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendorong produktivitas warga binaan sekaligus memperkuat program pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Melalui monitoring ini, diharapkan keamanan dan ketertiban selama Ramadan tetap terjaga, serta program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

BERI ARAHAN KEPADA KA UPT,  TEKANKAN DISIPLIN ANGGARAN DAN STABILITAS KAMTIB SAAT RAMADAN DAN IDUL FITRI

Beri Arahan kepada Ka UPT,
Tekankan Disiplin Anggaran dan
Stabilitas Kamtib SAAT Ramadan DAN IDUL FITRI

Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta memberikan arahan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat terkait penyerapan anggaran, penguatan keamanan dan ketertiban, serta komitmen menjaga integritas satuan kerja, selasa (24/02/2026).

Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa penyerapan anggaran bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan cerminan kualitas manajerial seorang pimpinan satuan kerja.
Ia juga menyoroti masih rendahnya realisasi anggaran di beberapa UPT. Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran segera melakukan percepatan penyerapan anggaran secara optimal, efektif, dan akuntabel guna menghindari teguran dari pusat.
Selain itu, Kakanwil mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban pada Bulan Suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Ia berharap seluruh UPT Pemasyarakatan di Kalimantan Barat tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

“Kita jangan sampai lengah. Pastikan tidak ada hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban, khususnya saat Ramadan dan Idul Fitri. Mudah-mudahan seluruh UPT di Kalimantan Barat aman terkendali tanpa gangguan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tugas jajaran Pemasyarakatan saat ini sangatlah strategis dan menuntut komitmen penuh dalam menjalankan instruksi pimpinan pusat, termasuk arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Kakanwil juga mengingatkan bahwa komitmen yang telah dibangun melalui penandatanganan Pakta Integritas harus diwujudkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas. Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Kanwil Ditjenpas Kalbar pun diminta segera bergerak aktif dalam melakukan pendampingan dan penguatan kepada seluruh UPT.

Sebagai penutup, Kakanwil menekankan pentingnya menjaga citra institusi dengan memastikan tidak adanya pemberitaan negatif di lingkungan UPT Pemasyarakatan Kalbar.
Arahan tersebut menjadi penegasan komitmen Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh jajaran Pemasyarakatan.

KANWIL DITJENPAS KALBAR BERIKAN REMISI KHUSUS IMLEK 2026, SATU WARGA BINAAN LANGSUNG BEBAS

Kanwil Ditjenpas Kalbar Berikan Remisi Khusus Imlek 2026, Satu Warga Binaan Langsung Bebas

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kalimantan Barat melakukan pemberian pengurangan hukuman (Remisi) kepada Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Khusus kepada Anak Binaan di Lapas, Rutan, dan LPKA se Kalimantan Barat pada Hari Raya Imlek Tahun 2026, Selasa (17/02).

Dalam momentum Hari Raya Imlek 2577 Kongzili ini, sebanyak 7 (tujuh) warga binaan menerima Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana Khusus. Rinciannya, RK I diberikan kepada 6 orang, dengan besaran remisi 15 hari untuk 1 orang dan 1 bulan untuk 5 orang. Sementara itu, RK II diberikan kepada 1 orang warga binaan yang langsung bebas setelah menerima remisi.

Adapun warga binaan yang memperoleh remisi tersebut berasal dari beberapa unit pelaksana teknis Pemasyarakatan Kalimantan Barat, yakni Lapas Kelas IIB Ketapang sebanyak 1 orang, Lapas Kelas IIB Singkawang sebanyak 3 orang, LPKA Kelas II Sungai Raya sebanyak 1 orang, Rutan Kelas IIA Pontianak sebanyak 1 orang, dan Rutan Kelas IIB Bengkayang sebanyak 1 orang.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalbar Jayanta menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif dan memenuhi persyaratan administratif serta substantif sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi wujud apresiasi atas komitmen warga binaan dalam mengikuti pembinaan dengan baik. Momentum Imlek ini menjadi pengingat bahwa setiap insan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pemberian remisi khusus Hari Raya Imlek ini juga mencerminkan komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung tinggi prinsip keadilan, pembinaan, dan penghormatan terhadap hak-hak warga binaan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya.

Melalui semangat “Harmoni Imlek Nusantara”, Kanwil Ditjenpas Kalbar berharap momentum ini semakin memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, serta optimisme bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan menuju reintegrasi sosial.

5 UPT PEMASYARAKATAN KALBAR RAIH OPINI OMBUDSMAN RI, KOMITMEN TINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK

5 UPT Pemasyarakatan Kalbar Raih Opini Ombudsman RI,
Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Pontianak — 5 (lima) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menerima Opini Ombudsman Republik Indonesia terkait Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik periode observasi September–November 2025, kegiatan ini dilaksanakan di Aula Garuda Kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Jum’at (13/02).

Penilaian tersebut diberikan kepada enam satuan kerja pemasyarakatan, yakni:
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak dengan kategori kualitas pelayanan publik “Baik”
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ketapang dengan kategori “Cukup”
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sintang dengan kategori “Cukup”
Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sambas dengan kategori “Baik”
Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sanggau dengan kategori “Baik”
Capaian ini menjadi indikator penting dalam upaya peningkatan tata kelola layanan publik di lingkungan Pemasyarakatan Kalimantan Barat.

Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Kalimantan Barat, Tariyah, menyampaikan bahwa mewujudkan pelayanan publik yang baik merupakan kewajiban yang diamanahkan oleh Undang-Undang Pelayanan Publik.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan bahwa hasil penilaian Ombudsman harus menjadi dasar perbaikan sistem.
“Tentu wajib menjadikan hasil penilaian ini sebagai bahan kerja perbaikan sistem, bukan sekadar bahan laporan,” tegasnya
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Kalbar, Bistok Oloan Situngkir, menegaskan bahwa hasil penilaian ini akan menjadi motivasi untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas layanan
“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan pemasyarakatan agar masyarakat dapat menikmati layanan yang Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel (PRIMA)” ujarnya
Melalui hasil penilaian ini, Kanwil Ditjenpas Kalbar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar pelayanan, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan masyarakat memperoleh layanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas.

GRIYA ABHIPRAYA DIMULAI, KAKANWIL DITJENPAS KALBAR DORONG KEMANDIRIAN PANGAN DAN REINTEGRASI KLIEN PEMASYARAKATAN

Griya Abhipraya Dimulai, Kakanwil Ditjenpas Kalbar Dorong Kemandirian Pangan dan Reintegrasi Klien Pemasyarakatan

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat Jayanta melakukan penancapan tiang pertama pembangunan Griya Abhipraya (rumah singgah) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Pontianak. Kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Kalbar, Japaham Sinaga.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kota Pontianak, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri, Camat setempat, serta unsur terkait lainnya.

Pembangunan Griya Abhipraya merupakan salah satu upaya Bapas Kelas I Pontianak dalam mendukung Program 15 Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin 8 tentang kemandirian pangan melalui pengembangan program pertanian, perikanan, dan peternakan.

Ke depan, kawasan Griya Abhipraya akan dilengkapi dengan sarana peternakan berupa empat unit kandang ayam yang menggunakan metode close house rak coloni. Metode ini dinilai lebih modern dan efektif karena mampu mempercepat siklus panen ayam pedaging dibandingkan dengan sistem open house.

Kepala Bapas Kelas I Pontianak Syech Walid S dalam keterangannya menyampaikan bahwa terbentuknya Griya Abhipraya tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, khususnya melalui kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan (Pokmaslipas).

“Griya Abhipraya ini merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat. Nantinya, insyaallah, klien pemasyarakatan akan dilibatkan secara langsung dalam kegiatan peternakan ayam, pertanian, serta kegiatan produktif lainnya,” ujarnya.

“peran Bapas semakin strategis seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Bapas memiliki fungsi penting dalam melakukan pembimbingan terhadap warga binaan pemasyarakatan yang telah menjalani proses integrasi, serta melibatkan masyarakat melalui Pokmas Lipas” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak Heriansyah berharap pembangunan Griya Abhipraya dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan kampus ke depan.

“kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia berharap pembangunan Griya Abhipraya dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kampus sekaligus masyarakat sekitar..

Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri Salahudin juga menjelaskan bahwa ke depan pembangunan kandang ayam diproyeksikan sebanyak empat unit kandang, sebagaimana telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) bersama Universitas Muhammadiyah Pontianak pada 19 Desember lalu.

“Mudah-mudahan pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kakanwil Ditjenpas Kalbar menyampaikan bahwa Griya Abhipraya merupakan sarana strategis dalam mendukung implementasi KUHP baru, khususnya terkait pidana kerja sosial.
“Griya Abhipraya menjadi pusat pembimbingan, pemantauan, dan reintegrasi bagi pelaku yang menjalani pidana kerja sosial, termasuk pendampingan pembinaan kemasyarakatan dan keterampilan agar kembali baik di masyarakat,” ujar Jayanta.

“Griya Abhipraya harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi klien pemasyarakatan” tutup Jayanta

Usai pelaksanaan penancapan tiang pertama, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan kandang ayam yang saat ini masih dalam proses pembangunan, guna memastikan kesiapan sarana pendukung program kemandirian pangan tersebut.

KAKANWIL DITJENPAS KALBAR RESMI LANTIK 6 PNS ALUMNI POLTEKIP ANGKATAN 55

Pontianak — Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji 6 (enam) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Alumni Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Angkatan 55. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Lantai 3 Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya pengabdian para alumni Poltekip sebagai aparatur pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, serta siap mengemban amanah negara pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) masing-masing.

Adapun enam PNS yang dilantik terdiri dari Anggara Dwi Panca Tri Wibowo, S.Tr.Pas dan Fedro Dicaprio, S.Tr.Pas yang mengemban jabatan sebagai Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Pontianak. Selanjutnya Mohamad Rizal, S.Tr.Pas dilantik sebagai Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Pertama pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sintang, Rahmad Syawal, S.Tr.Pas pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pontianak, Muhammad Hans Ziskind, S.Tr.Pas pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Putussibau, serta Bagus Indra Gunawan, S.Tr.Pas pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sanggau.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan tegas kepada para PNS yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai pelayan publik di bidang pemasyarakatan.

“Ini adalah titik awal pengabdian kalian di Unit Pelaksana Teknis. Jangan berbangga hati, tetapi tunjukkan kinerja terbaik. Hari ini kita berada dalam kompetisi terbuka untuk menduduki setiap jabatan, dan semua memiliki peluang yang sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kakanwil menekankan pentingnya loyalitas, ketekunan, serta konsistensi dalam membangun karier. Ia mengingatkan agar para PNS fokus berkontribusi dan berkarya di satuan kerja masing-masing dengan menunjukkan kualitas dan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.

Menutup arahannya, Kakanwil memberikan penekanan khusus pada etika dan sikap profesional antar sesama petugas pemasyarakatan. Ia mengingatkan agar para alumni Poltekip tetap menjunjung tinggi rasa saling menghargai, tanpa sekat latar belakang pendidikan.

“Jangan mentang-mentang bergelar S.Tr.Pas lalu melupakan nilai kebersamaan. Hargai rekan-rekan dari jalur umum, karena kita semua adalah satu kesatuan petugas pemasyarakatan yang saling menguatkan,” pesannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum pembentukan sumber daya manusia pemasyarakatan yang unggul, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan tugas pemasyarakatan secara profesional dan humanis.

PIPAS KALBAR GELAR PERTEMUAN RUTIN, DORONG INOVASI DAN PENGUATAN PERAN KELUARGA PEMASYARAKATAN

PIPAS Kalbar Gelar Pertemuan Rutin, Dorong Inovasi dan Penguatan Peran Keluarga Pemasyarakatan

Pontianak — Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Daerah Kalimantan Barat menggelar Pertemuan Rutin PIPAS Daerah Kalimantan Barat yang berlangsung di Lapas Kelas IIA Pontianak pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat selaku Pembina PIPAS Daerah Kalbar, para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat, para Ketua PIPAS Cabang UPT, serta pengurus dan anggota PIPAS Daerah Kalbar.

Pertemuan rutin kali ini mengusung tema “Menciptakan Inovasi dan Kreasi Melalui Harmoni Warna, Pangan Sehat, dan Karya yang Hebat.” Tema tersebut mencerminkan semangat PIPAS untuk terus berkembang, berinovasi, serta berkontribusi nyata dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Ibu Ketua PIPAS Daerah Kalimantan Barat, Ny. Marlia Jayanta, menekankan bahwa harmoni warna melambangkan kebersamaan dan kreativitas, pangan sehat sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas hidup dan kesehatan keluarga, serta karya yang hebat sebagai hasil ketekunan dan kerja sama seluruh anggota PIPAS.

Ia juga berharap melalui kegiatan ini seluruh anggota PIPAS dapat terus menggali ide-ide kreatif, meningkatkan keterampilan, serta memperkuat peran PIPAS sebagai wadah yang inspiratif, produktif, dan inovatif. Menurutnya, PIPAS harus menjadi ruang untuk saling belajar, saling mendukung, dan bersama-sama menciptakan karya yang membanggakan.

Lebih lanjut, Ibu Ketua PIPAS menegaskan bahwa keberhasilan para suami dalam menjalankan tugas negara tidak terlepas dari dukungan keluarga. Oleh karena itu, PIPAS berkomitmen untuk memperkuat peran istri dalam memberikan dukungan moral, menjaga keharmonisan keluarga, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Marlia Jayanta juga menyampaikan apresiasi kepada PIPAS Rayon I selaku tuan rumah atas kesiapan dan kerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan sehingga berjalan dengan baik dan lancar.

Pertemuan rutin ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat soliditas PIPAS Kalbar, meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta memperkokoh peran keluarga pemasyarakatan dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS OLEH KEPALA UNIT PELAKSANA TEKNIS DI LINGKUNGAN KANWIL DITJENPAS KALBAR


Jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Barat melaksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Bersama Untuk Pembangunan Zona Integritas (ZI) di lingkungan Satuan Kerja Pemasyarakatan, Kamis,(05/02) bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Pontianak.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terdiri dari Lapas, Rutan, dan Bapas di lingkungan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Barat. Seluruh Kepala UPT secara simbolis menandatangani komitmen bersama di hadapan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Barat, sebagai bentuk kesiapan dan kesungguhan dalam membangun satuan kerja yang berintegritas.

Penandatanganan Pakta Integritas ini bertujuan untuk memperkuat integritas aparatur, mencegah praktik korupsi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang pemasyarakatan. Selain itu, kegiatan ini menjadi langkah awal dan fondasi penting dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Barat Jayanta, menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar formalitas atau kegiatan seremonial, melainkan komitmen moral dan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta kinerja sehari-hari.

“Pembangunan Zona Integritas adalah komitmen nyata kita bersama. Integritas harus tercermin dalam setiap tindakan, mulai dari pimpinan hingga jajaran paling bawah. Jangan ada toleransi terhadap penyimpangan, dan terus tingkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Jayanta.
Dirinya berpesan kepada seluruh jajaran agar menjaga kekompakan, konsistensi, dan keteladanan, serta menjadikan Zona Integritas sebagai budaya kerja, bukan hanya target administratif.
“Saya mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan hati, menjaga integritas, dan berani berubah ke arah yang lebih baik. Keberhasilan Zona Integritas adalah cerminan dari komitmen dan kerja keras kita bersama,” pesannya.

Melalui penandatanganan komitmen bersama ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat semakin solid dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.