Kanwil Ditjenpas Kalbar Peringati Hari Keluarga ke-33, Tegaskan Peran Ayah Dalam Membangun Generasi Berkualitas

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat, Senin (29/6). Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun keluarga yang tangguh sebagai fondasi lahirnya generasi Indonesia yang berkualitas.

Upacara dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Pada kesempatan tersebut, Jayanta membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa. Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas keluarga yang mampu melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan memiliki ketahanan mental yang kuat.

Menteri menegaskan bahwa pembangunan keluarga harus bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Ketiga aspek tersebut menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Lebih lanjut, pemerintah terus berkomitmen menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada keluarga, mulai dari penguatan jaring pengaman sosial hingga peningkatan akses terhadap layanan dasar. Namun demikian, keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua, khususnya ayah, dalam memberikan pengasuhan, teladan, dan pendampingan kepada anak-anaknya.

Dalam sambutan tersebut juga ditekankan bahwa tidak ada artinya pertumbuhan ekonomi yang tinggi maupun pembangunan infrastruktur yang megah apabila generasi penerus bangsa tumbuh dengan kondisi moral yang lemah dan ketahanan mental yang rapuh. Oleh sebab itu, kehadiran ayah dalam kehidupan keluarga menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan keluarga sebagai fondasi terciptanya sumber daya manusia yang unggul. Semangat “Ayah Wajib Hadir” diharapkan menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta mempersiapkan generasi emas Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Penguatan pada Lapas Sintang oleh Kanwil Ditjenpas Kalbar

Sintang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, memberikan pengarahan kepada jajaran pejabat struktural Lapas Kelas IIB Sintang pada Jumat (26/6). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Sintang tersebut bertujuan memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Jayanta menekankan pentingnya seluruh pejabat struktural untuk senantiasa berpedoman pada kebijakan pimpinan, khususnya melaksanakan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

“Kita harus memastikan seluruh program yang menjadi prioritas kementerian dapat dilaksanakan dengan baik. Laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan serta keamanan di lingkungan pemasyarakatan,” tegas Jayanta.

Selain itu, Kakanwil juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas organisasi. Ia meminta seluruh pejabat struktural untuk tetap tegak lurus terhadap setiap kebijakan pimpinan, termasuk mendukung penuh arahan Kepala Lapas Kelas IIB Sintang dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Menurutnya, kekompakan, komunikasi yang baik, serta kerja sama antarseluruh jajaran menjadi faktor penting dalam mewujudkan organisasi yang profesional, akuntabel, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Sintang, Rizal Fuadi, menyampaikan apresiasi atas arahan yang diberikan oleh Kepala Kantor Wilayah. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas Sintang siap melaksanakan setiap arahan dan kebijakan yang telah disampaikan sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kinerja organisasi.

Melalui kegiatan pengarahan ini, diharapkan seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Sintang semakin solid dalam menjalankan tugas, sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, humanis, dan berintegritas.

Kakanwil Ditjenpas Kalbar Pimpin Razia Insidentil di Lapas Sintang, Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba dan Penipuan
Sintang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Nasihul Hakim, memimpin pelaksanaan razia insidentil di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sintang, Kamis (25/06). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam upaya memberantas peredaran narkoba serta praktik penipuan dengan berbagai modus di dalam Lapas dan Rumah Tahanan Negara.
Razia dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar kamar hunian A2, A4, dan B1.

Petugas melakukan pemeriksaan secara teliti guna memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.


Dalam arahannya, Jayanta menegaskan bahwa kegiatan razia merupakan bentuk komitmen nyata jajaran pemasyarakatan dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari narkoba, telepon genggam ilegal, serta berbagai pelanggaran lainnya.
“Razia ini merupakan upaya deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban serta bentuk komitmen kami dalam mewujudkan lapas yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan,” tegas Jayanta.
Tidak hanya melakukan pengawasan, Kakanwil juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga binaan. Dalam dialog tersebut, Jayanta mengajak seluruh warga binaan untuk mengikuti program pembinaan dengan baik, menjaga ketertiban, serta memanfaatkan masa pembinaan sebagai sarana memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Nasihul Hakim, menyampaikan bahwa pelaksanaan razia merupakan langkah preventif yang harus terus dilakukan untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.
“Dengan pelaksanaan razia secara rutin maupun insidentil, diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” ujar Nasihul Hakim.


Dari hasil pelaksanaan razia, petugas berhasil mengamankan satu unit telepon genggam serta sejumlah barang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. Seluruh barang temuan telah diamankan untuk selanjutnya diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui kegiatan ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari peredaran narkoba serta praktik-praktik ilegal lainnya. Diharapkan seluruh jajaran Lapas Sintang terus meningkatkan pengawasan, memperkuat integritas, dan menjalankan tugas secara profesional guna mendukung keberhasilan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kanwil Ditjenpas Kalbar Perkuat Strategi Ketahanan Pangan Melalui Optimalisasi Lahan Produktif

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat (Kanwil Ditjenpas Kalbar) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Pemasyarakatan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemanfaatan Lahan Idle untuk Mendukung Ketahanan Pangan” yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (23/6).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran Pemasyarakatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah konkret dalam mengelola lahan yang belum termanfaatkan secara optimal agar dapat memberikan nilai manfaat yang lebih besar bagi organisasi, masyarakat, dan Warga Binaan.

Bagi Kanwil Ditjenpas Kalbar, keikutsertaan dalam FGD ini merupakan bagian dari upaya penguatan arah kebijakan dalam mengoptimalkan aset dan potensi yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Pemanfaatan lahan produktif tidak hanya diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian yang mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan kerja dan jiwa produktif.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta, menyampaikan bahwa hasil FGD akan menjadi landasan dalam menyusun strategi implementasi yang lebih terarah dan berkelanjutan di seluruh UPT Pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

“Pemanfaatan lahan produktif merupakan salah satu langkah strategis yang memiliki manfaat ganda. Selain mendukung ketahanan pangan nasional, program ini juga menjadi media pembinaan yang efektif bagi Warga Binaan untuk mengembangkan keterampilan dan meningkatkan kemandirian. Oleh karena itu, hasil dari FGD ini akan kami tindak lanjuti secara konkret melalui berbagai program yang sesuai dengan potensi masing-masing UPT,” ujar Jayanta.

Dalam kesempatan tersebut, Jayanta juga memberikan apresiasi kepada Lapas Kelas IIA Pontianak yang telah menunjukkan keberhasilan dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan ayam secara intensif.

Menurutnya, keberhasilan Lapas Pontianak dalam memasok lebih dari 50 persen kebutuhan daging ayam untuk konsumsi internal menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian berbasis pemanfaatan lahan produktif mampu memberikan manfaat yang konkret dan berkelanjutan.

“Capaian yang diraih Lapas Pontianak patut menjadi contoh bagi UPT lainnya. Melalui pengelolaan peternakan yang baik dan berkelanjutan, kebutuhan pangan internal dapat dipenuhi secara mandiri sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi Warga Binaan. Ini merupakan bukti bahwa Pemasyarakatan mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif seluruh jajaran Pemasyarakatan. Ia menilai program tersebut tidak hanya berdampak pada aspek pembinaan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

“Program ketahanan pangan ini hanya dapat terwujud apabila mendapat dukungan dari seluruh jajaran. Selain menjadi sarana pembinaan bagi Warga Binaan, hasilnya juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan,” tegas Agus Andrianto.

FGD juga menghadirkan Dr. Alfindra Primaldhi dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang memaparkan hasil kajian mengenai implementasi program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai potensi yang dapat dikembangkan sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman turut memberikan pandangan mengenai pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan dan melakukan terobosan untuk mengoptimalkan lahan idle yang tersedia. Menurutnya, pemanfaatan lahan secara produktif harus menjadi gerakan bersama yang dilaksanakan secara konsisten guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui keikutsertaan dalam FGD ini, Kanwil Ditjenpas Kalbar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi bagian aktif dalam implementasi program di lapangan. Hasil-hasil yang diperoleh dari forum tersebut akan ditindaklanjuti melalui perencanaan dan penguatan program pembinaan kemandirian berbasis pemanfaatan lahan produktif di seluruh UPT Pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

Dengan berbagai potensi lahan yang dimiliki, serta keberhasilan yang telah ditunjukkan oleh Lapas Kelas IIA Pontianak, Kanwil Ditjenpas Kalbar optimistis program ketahanan pangan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata transformasi Pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pembangunan nasional.

Kanwil Ditjenpas Kalbar Gandeng Puskesmas Kampung Bangka, Pastikan Kesehatan Pegawai Tetap Prima

Pontianak – Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan produktivitas pegawai, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat bekerja sama dengan Puskesmas Kampung Bangka melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh pegawai, bertempat di lingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Kalbar, Kamis (18/06).

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam mendukung program promotif dan preventif kesehatan bagi aparatur sipil negara, sehingga setiap pegawai dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan memperoleh penanganan yang tepat apabila ditemukan faktor risiko penyakit.

Berbagai layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan tersebut, meliputi pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar perut (LP), tekanan darah, pemeriksaan laboratorium sederhana, pemeriksaan kesehatan gigi, skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan IVA bagi wanita usia subur, serta sejumlah pemeriksaan penunjang lainnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, menyampaikan bahwa kesehatan pegawai merupakan aset penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

“Kami menyambut baik pelaksanaan cek kesehatan gratis ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan seluruh pegawai. Dengan kondisi kesehatan yang terpantau dan terjaga, pegawai dapat bekerja secara optimal, produktif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Jayanta.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kanwil Ditjenpas Kalbar, Bistok O. Situngkir, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kesadaran seluruh pegawai akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk menjaga kualitas hidup dan kinerja pegawai,” ungkapnya.

Tri Mulyanti perawat dari Puskesmas Kampung Bangka yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengapresiasi antusiasme para pegawai dalam mengikuti pemeriksaan kesehatan.

“Kami melihat partisipasi pegawai sangat baik. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting karena dapat membantu mendeteksi berbagai risiko penyakit sejak dini sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar serta mendapat sambutan positif dari para pegawai yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

Melalui sinergi antara Kanwil Ditjenpas Kalbar dan Puskesmas Kampung Bangka ini, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berdaya saing guna mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Kabagtum Kanwil Ditjenpas Kalbar Lakukan Peninjauan Rumah Dinas

Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Bistok Oloan Situngkir, melaksanakan pengecekan rumah dinas eks Rupbasan Pontianak yang saat ini telah berstatus sebagai aset Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat.

Pada kesempatan itu, Bistok Oloan Situngkir mengingatkan para penghuni rumah dinas untuk senantiasa menjaga kebersihan, keamanan, dan kondisi bangunan sebagai wujud tanggung jawab dalam pemanfaatan aset negara. Ia juga menegaskan agar penghuni tidak melakukan perubahan terhadap bentuk maupun struktur bangunan yang telah ada tanpa persetujuan dan ketentuan yang berlaku.

“Rumah dinas yang digunakan harus dirawat dan dijaga dengan baik. Selain sebagai fasilitas penunjang pelaksanaan tugas, rumah dinas juga merupakan aset negara yang harus dipelihara keberadaannya. Kami berharap seluruh penghuni dapat menjaga kondisi bangunan serta tidak mengubah bentuk bangunan yang sudah ada,” tegasnya.

Melalui kegiatan pengecekan ini, diharapkan seluruh aset milik negara di lingkungan Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat dapat terus terawat dengan baik, sehingga memberikan manfaat yang optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Program Kuliah Gratis dan Pondok Pesantren Rutan Sambas Diluncurkan, Warga Binaan Rutan Sambas Kini Bisa Kuliah Gratis

Sambas – Semangat perubahan dan harapan baru bagi warga binaan kembali digaungkan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sambas. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, secara resmi melaunching Program Kuliah Gratis Rutan Sambas (PRO KULIT RUSA) dan Program Pondok Pesantren Rutan Sambas sebagai upaya menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna dan berkelanjutan bagi warga binaan, rabu (10/06).

Program ini merupakan implementasi nyata dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, khususnya poin ke-11 tentang pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan. Melalui program tersebut, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan tinggi dan pembinaan keagamaan.

Pelaksanaan program ini terwujud melalui sinergi antara Rutan Kelas IIB Sambas dengan Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas dan Akademi Dakwah Indonesia Sambas. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, sekaligus memperkuat pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.

Kegiatan launching turut dihadiri oleh Wakil Bupati Sambas, Rektor Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Direktur Akademi Dakwah Indonesia Sambas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sambas, Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Sambas, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas atau yang mewakili, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Jayanta memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Rutan Sambas beserta seluruh jajaran atas inovasi yang telah dihadirkan dalam mendukung pembinaan warga binaan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Rutan Sambas beserta seluruh jajaran atas inovasi dan kerja keras yang telah dilakukan dalam menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan,” ujar Jayanta.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif dalam membangun perubahan. Dengan memberikan akses terhadap pendidikan tinggi dan pembinaan keagamaan, warga binaan diharapkan memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andriyas, menegaskan bahwa hadirnya program tersebut merupakan bentuk komitmen Rutan Sambas dalam mewujudkan pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan pemberdayaan manusia.

“Inilah pemasyarakatan yang sesungguhnya — pemasyarakatan yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kemanusiaan; yang tidak hanya memberi sanksi, tetapi juga memberi harapan; dan yang tidak hanya menghitung hari penahanan, tetapi juga mempersiapkan hari kebebasan yang bermartabat,” tegas Andriyas.

Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas, Dr. H. Arnadi, menyatakan komitmennya untuk mendukung pembinaan warga binaan melalui akses pendidikan tinggi sebagai bentuk nyata bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara dan menjadi jembatan menuju perubahan kehidupan yang lebih baik.

Peluncuran PRO KULIT RUSA dan Program Pondok Pesantren Rutan Sambas menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak sekadar menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga berperan sebagai sarana pembinaan dan pemberdayaan. Melalui pendidikan dan pembinaan keagamaan, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, membangun masa depan, serta kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, dan bermartabat.

Program ini sekaligus menjadi wajah baru pemasyarakatan yang humanis, di mana harapan, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai keagamaan tumbuh berdampingan di balik tembok pembinaan, membuka jalan menuju kehidupan yang lebih cerah bagi setiap warga binaan.

PENGAMBILAN SUMPAH PNS, KANWIL DITJENPAS KALBAR TEGUHKAN KOMITMEN INTEGRITAS DAN PROFESIONALISME

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi 10 orang pegawai pada Senin (08/06/2026), bertempat di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta.
Pengambilan sumpah ini merupakan tahapan penting yang menandai status para pegawai yang sebelumnya berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh.

Sebanyak 10 orang CPNS yang diambil sumpahnya terdiri dari berbagai jabatan fungsional, yakni Analis SDMA Ahli Pertama 1 orang, Perancang Peraturan Perundang-undangan Ahli Pertama 1 orang, Analis Hukum Ahli Pertama 1 orang, Pranata Komputer Ahli Pertama 2 orang, Dokter Ahli Pertama 4 orang, serta Dokter Gigi Ahli Pertama 1 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta, menegaskan bahwa status sebagai PNS bukan hanya sebuah pencapaian, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara dan masyarakat.

“Pengambilan sumpah ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan komitmen moral dan hukum yang mengikat setiap pegawai untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan loyalitas. Status sebagai PNS membawa tanggung jawab yang besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga nama baik institusi,” tegas Jayanta.

Lebih lanjut, Jayanta mengingatkan agar para pegawai yang baru diambil sumpahnya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN, menjaga disiplin, serta terus meningkatkan kompetensi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para PNS yang baru diambil sumpah dapat semakin memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat.

Pemberian Apresiasi dan Penguatan Terhadap UPT Kemenimipas Berpredikat Sangat Baik/Baik Berdasarkan Opini Ombudsman

Pontianak (04 Juni 2026). Dalam rangka memastikan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan(Kemenimipas) berjalan tanpa tindakan mal-administrasi pelayanan, perlu dilakukan upaya penguatan kepada unit pelaksana teknis(UPT) kementerian imigrasi dan pemasyarakatan secara berkesinambungan.

Acara penyerahan penghargaan secara seremonial oleh Kakanwil Jayanta. Selamat kepada UPT Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pontianak dengan nilai(80.94) & Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sambas dengan nilai(79.16). Semoga dengan penghargaan ini dapat memotivasi kedua UPT tersebut agar senantiasa konsisten dan melakukan peningkatan dalam pelayanan publik secara baik.

Penerima penghargaan ini adalah UPT yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pemasyarakatan. Melalui kerja keras, kejujuran, serta komitmen yang konsisten, sikap disiplin dan tanggung jawab yang ditunjukkan menjadi teladan nyata bagi rekan kerja dan warga binaan, sekaligus menjaga marwah lembaga agar tetap dipercaya masyarakat.

Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi atas prestasi bagi kedua UPT, tetapi juga pesan kuat bahwa setiap UPT memiliki kesempatan untuk berkontribusi positif ,dan diakui atas kinerjanya.

Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus berusaha, menjaga integritas, dan mengikuti jejak baik yang telah ditunjukkan, sehingga kita dapat membangun pemasyarakatan yang modern, bersih, dan membanggakan.