
SUNGAI RAYA – Menyongsong peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 tahun 2026, jajaran kementerian yang baru saja terbentuk, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Kalimantan Barat, menunjukkan kepedulian nyata melalui aksi kemanusiaan donor darah. Kegiatan ini dipusatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Sungai Raya pada Senin (13/04).
Aksi donor darah ini menjadi salah satu momentum perdana bagi jajaran Satuan Kerja (Satker) di bawah naungan Kemenimipas Kalbar untuk memperkuat sinergi antara divisi Pemasyarakatan dan Imigrasi dalam satu wadah kementerian yang baru.

“Petugas pemasyarakatan tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan melakukan pembinaan. Melalui donor darah ini, kita menunjukkan bahwa petugas juga memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Selain bermanfaat bagi kesehatan pribadi petugas, setiap tetes darah ini adalah wujud nyata pengabdian kita kepada masyarakat di luar tugas kedinasan,” ujar Bistok.
Berdasarkan data di lapangan, antusiasme pegawai cukup tinggi dengan total 56 orang yang mendaftarkan diri. Setelah melalui proses skrining kesehatan yang ketat, terpilihlah 28 pendonor yang dinyatakan layak mendonorkan darahnya, terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan.
Partisipasi aktif ini datang dari berbagai lini, di antaranya:
LPKA Kelas II Sungai Raya yang mencatatkan 11 pendonor berhasil.
Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak dan Rutan Kelas IIA Pontianak masing-masing dengan 5 pendonor.
Lapas Kelas IIA Pontianak sebanyak 3 pendonor.
Kanwil Ditjen Imigrasi sebanyak 2 pendonor.
Kanwil Ditjen Pemasyarakatan dan Bapas Kelas I Pontianak masing-masing 1 pendonor.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial memperingati HBP ke-62, melainkan juga simbol soliditas organisasi di bawah bendera Kemenimipas. Setiap tetes darah yang dikumpulkan menjadi bukti bahwa insan Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kalimantan Barat hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui pelayanan administratif dan hukum, tetapi juga melalui aksi kemanusiaan yang konkret.
Diharapkan, stok darah yang terkumpul dapat membantu memenuhi kebutuhan medis di wilayah Kalimantan Barat sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-pegawai di lingkungan Kemenimipas yang baru saja bertransformasi.






