Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan razia insidentil di Lapas Kelas IIA Pontianak dan Rutan Kelas IIA Pontianak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H

Jumat (22/05/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen jajaran pemasyarakatan dalam memperkuat keamanan dan ketertiban serta memastikan lingkungan lapas dan rutan tetap aman, kondusif, dan terbebas dari berbagai potensi gangguan.


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin 6 terkait pemberantasan peredaran narkoba serta praktik penipuan dengan berbagai modus di dalam Lapas dan Rutan.
Razia dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat bersama Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal), serta melibatkan jajaran pegawai Kantor Wilayah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga berkolaborasi dengan unsur TNI dan Polri sebagai bentuk sinergi antar aparat penegak hukum dalam memperkuat pengawasan dan menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan.


Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan lapas dan rutan yang aman, tertib, serta bersih dari peredaran narkoba dan berbagai barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian warga binaan guna memastikan tidak terdapat barang-barang yang dilarang berada di dalam lingkungan hunian. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian.


Selain melakukan pengawasan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat juga menyempatkan diri berdialog secara langsung dengan warga binaan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan aspirasi sekaligus memberikan penguatan terkait pentingnya menjaga ketertiban serta mengikuti proses pembinaan dengan baik.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, menegaskan bahwa kegiatan razia akan terus dilaksanakan secara rutin maupun insidentil sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya menjelang hari besar keagamaan.
“Razia ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam mendukung program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami ingin memastikan seluruh Lapas dan Rutan di Kalimantan Barat tetap dalam kondisi aman, tertib, serta terbebas dari peredaran narkoba maupun berbagai bentuk pelanggaran lainnya. Sinergi bersama TNI dan Polri juga menjadi penguatan dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang semakin aman dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Nasihul Hakim, menyampaikan bahwa kegiatan razia bukan hanya menjadi bentuk pengawasan, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan terhadap warga binaan agar senantiasa mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami terus mengedepankan pendekatan yang persuasif dan humanis kepada warga binaan. Harapannya, melalui kegiatan ini dapat tercipta lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan kondusif sehingga proses pembinaan berjalan optimal,” ungkapnya.


Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis. Melalui kegiatan ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari narkoba serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *