RUMAH TAHANAN NEGARA (RUTAN) KELAS IIB SAMBAS KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KALIMANTAN BARAT BERHASIL MENGGAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN NARKOTIKA MELALUI LAYANAN KUNJUNGAN

RUMAH Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sambas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui layanan kunjungan pada Kamis (21/05/2026). Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan koordinasi cepat antara jajaran pengamanan Rutan Sambas dengan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sambas.
Kejadian bermula sekitar pukul 09.23 WIB saat Rutan Sambas menerima informasi dari Satresnarkoba Polres Sambas terkait dugaan adanya upaya penyelundupan barang terlarang oleh seorang pria yang berpura-pura menjadi pengunjung.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Muhammad Khemal Andhika, langsung menginstruksikan jajaran pengamanan untuk memperketat pemeriksaan di area Pengamanan Pintu Utama (P2U). Sekitar pukul 10.42 WIB, pria tersebut tiba di Rutan dan langsung dilakukan pemeriksaan badan serta barang bawaan oleh petugas. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu plastik klip ukuran sedang yang disembunyikan di balik resleting celana jeans pelaku yang berisi empat plastik klip kecil berisi serbuk putih yang diduga narkotika.
Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andriyas, segera berkoordinasi dengan Polres Sambas. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Satresnarkoba Polres Sambas, serbuk putih tersebut dinyatakan positif narkotika jenis sabu.


Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Andriyas, menegaskan bahwa penggagalan tersebut menjadi bukti komitmen Rutan Sambas dalam memberantas peredaran narkoba dan barang terlarang.
“Gagalnya penyelundupan ini adalah wujud nyata komitmen kami beserta seluruh jajaran Rutan Kelas IIB Sambas dalam memberantas peredaran Narkoba dan Handphone Ilegal. Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi barang-barang terlarang masuk ke dalam Rutan,” tegas Andriyas.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat Jayanta mengapresiasi langkah cepat, kewaspadaan, serta sinergi yang terjalin antara Rutan Kelas IIB Sambas dengan Satresnarkoba Polres Sambas dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika tersebut.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi yang kuat antara jajaran Pemasyarakatan dengan Aparat Penegak Hukum menjadi kunci penting dalam mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika. Saya mengapresiasi langkah cepat dan responsif petugas Rutan Sambas bersama Polres Sambas. Ke depan, koordinasi dan kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan Lapas dan Rutan yang bersih dari narkoba serta menjaga keamanan dan ketertiban,” tegasnya


Saat ini, pelaku beserta seluruh barang bukti telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak Polres Sambas untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan kasus lebih lanjut.

PETUGAS LAPAS KELAS IIB KETAPANG KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KEMBALI MENUNJUKKAN KOMITMENNYA DALAM MEMBERANTAS PEREDARAN NARKOTIKA DI LINGKUNGAN PEMASYARAKATAN DENGAN BERHASIL MENGGAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN BARANG TERLARANG YANG DIBAWA OLEH SEORANG PENGUNJUNG MELALUI LAYANAN PENITIPAN BARANG

Petugas Lapas Kelas IIB Ketapang Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan dengan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang terlarang yang dibawa oleh seorang pengunjung melalui layanan penitipan barang, Sabtu (09/05).

Penggagalan tersebut terjadi saat seorang pengunjung datang memasuki Lapas untuk melakukan penitipan barang melalui loket penitipan. Pengunjung tersebut menyampaikan bahwa barang titipan berupa makanan jenis wafer, daging ayam, dan nasi ditujukan kepada salah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Sesuai prosedur keamanan yang berlaku, petugas penggeledahan barang kemudian melakukan pemeriksaan secara teliti terhadap barang titipan tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, petugas melihat pada titipannya terdapat bayangan klip putih. Setelah diperiksa petugas menemukan tiga (3) buah kantong klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu serta dua (2) buah klip berisi pil ekstasi yang disembunyikan di dalam makanan berupa wafer, daging ayam, dan nasi.

Mengetahui adanya barang terlarang tersebut, petugas segera mengamankan barang bukti dan melakukan interogasi terhadap pengunjung yang membawa barang titipan tersebut. Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka.KPLP) selanjutnya segera melaporkan kejadian tersebut kepada Plt. Kalapas Ketapang, Japaham Sinaga, guna meminta petunjuk dan arahan lebih lanjut.

Sebagai tindak lanjut, pihak Lapas kemudian melakukan koordinasi dengan Polres Ketapang untuk pelaksanaan serah terima barang bukti hasil penggagalan masuknya barang terlarang ke dalam Lapas.

Plt. Kalapas Ketapang, Japaham Sinaga, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap seluruh layanan di dalam Lapas, khususnya pada pemeriksaan barang titipan dan kunjungan.

“Pengunjung yang membawa barang tersebut sudah kami amankan dan selanjutnya kami serahkan kepada pihak Kepolisian Resort Ketapang untuk ditindaklanjuti sesuai proses hukum yang berlaku. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga Lapas tetap bersih dari peredaran narkotika maupun barang-barang terlarang lainnya,” tegas Japaham.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, turut memberikan apresiasi atas kesigapan petugas Lapas Ketapang dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika tersebut.

“Kemarin kita telah melaksanakan ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, narkoba dan penipuan. Alhamdulillah, hari ini petugas kita berhasil menggagalkan masuknya narkotika ke dalam Lapas Ketapang. Ini membuktikan bahwa jajaran Pemasyarakatan Kalimantan Barat serius dan berkomitmen dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Jayanta.

Ia juga menegaskan kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan di Kalimantan Barat agar terus meningkatkan kewaspadaan, integritas, dan sinergi dengan aparat penegak hukum demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan bersih dari Bersih dari Handphone Ilegal, narkoba dan penipuan.

KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KALIMANTAN BARAT MELAKSANAKAN KEGIATAN PRESENTASI INOVASI PESERTA MAGANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN (KEMENAKER) BATCH 2

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan presentasi inovasi peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch 2 yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kanwil Ditjenpas Kalbar pada tanggal 6–7 Mei 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Ditjenpas Kalbar, Bistok Oloan Situngkir, serta Rina Andriana selaku Analis Anggaran Ahli Pertama yang turut mendampingi jalannya presentasi.

Dalam kegiatan ini, para peserta magang memaparkan berbagai inovasi yang dirancang untuk mendukung peningkatan layanan dan efektivitas kerja di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalbar. Adapun inovasi yang dipresentasikan meliputi pengembangan website Kanwil Ditjenpas Kalbar, papan informasi status kehadiran pegawai, SIPAKAR PAS, papan nama ruangan dan petunjuk parkir, buku saku “Hukumku”, hingga buku tamu digital.

Setiap inovasi dipaparkan secara langsung oleh peserta magang beserta fungsi, manfaat, serta implementasinya dalam mendukung pelayanan dan tata kelola administrasi yang lebih efektif, informatif, dan modern.

Kepala Bagian Tata Usaha, Bistok Oloan Situngkir, mengapresiasi kreativitas dan semangat para peserta magang dalam menghadirkan gagasan yang inovatif dan bermanfaat bagi organisasi.

“Melalui inovasi-inovasi ini, kami melihat adanya kontribusi positif dari peserta magang dalam mendukung pengembangan layanan dan fasilitas di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalbar. Kreativitas seperti ini perlu terus dikembangkan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Rina Andriana juga memberikan apresiasi sekaligus masukan yang membangun kepada seluruh peserta agar inovasi yang dibuat dapat terus disempurnakan dan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembelajaran bagi peserta magang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, bekerja sama dalam tim, serta memahami kebutuhan nyata di lingkungan kerja pemerintahan.

Kegiatan presentasi inovasi ini berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi serta pemberian saran dan evaluasi terhadap masing-masing inovasi yang dipaparkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata serta menjadi dukungan positif bagi peningkatan pelayanan di Kanwil Ditjenpas Kalbar.

DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BAKTI PEMASYARAKATAN (HBP) KE-62 TAHUN 2026, JAJARAN PEMASYARAKATAN TERUS MENUNJUKKAN KOMITMEN NYATA DALAM MEWUJUDKAN “PEMASYARAKATAN BERSIH”

Pontianak – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, jajaran pemasyarakatan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan “Pemasyarakatan Bersih”. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika melalui pelaksanaan tes urine secara serentak pada Senin, 06 April 2026.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai Kanwil Ditjenpas Kalbar yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Wilayah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan dilaksanakan secara tertib, transparan, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat (BNNP Kalbar) yang turut berperan dalam proses pemeriksaan dan pengawasan, sehingga menjamin hasil yang objektif dan akurat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam menjaga integritas serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari narkoba.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta, menegaskan bahwa komitmen pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba. Ini adalah bentuk keteladanan yang harus dimulai dari dalam. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, karena integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas pemasyarakatan,” tegas Jayanta.

Ia juga menekankan bahwa sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BNNP Kalbar, menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba.

“Kolaborasi dengan BNNP Kalbar menjadi wujud sinergi yang harus terus kita bangun, agar upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kalbar Amico Balalembang turut menyampaikan bahwa kegiatan tes urine ini merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini serta penguatan pengawasan internal.

“Pelaksanaan tes urine ini menjadi langkah preventif yang sangat penting dalam memastikan seluruh jajaran tetap berada dalam koridor yang benar. Selain sebagai bentuk pengawasan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat berharap dapat terus memperkuat kepercayaan masyarakat serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

KANWIL DITJENPAS KALBAR LAKSANAKAN PENYEMATAN DAN PENYERAHAN SK KENAIKAN PANGKAT KEPADA 19 PEGAWAI

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan penyematan tanda kenaikan pangkat dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada pegawai di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalbar, pada Rabu, 01 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja para pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan. Sebanyak 19 orang pegawai menerima kenaikan pangkat pada kesempatan tersebut.

Prosesi penyematan tanda kenaikan pangkat dan penyerahan SK dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, kepada perwakilan pegawai yang naik pangkat, disaksikan oleh seluruh jajaran pegawai.

Dalam sambutannya, Jayanta menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya sekadar bentuk penghargaan, tetapi juga merupakan amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. “Kenaikan pangkat ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi yang telah saudara berikan. Namun demikian, hal ini juga menjadi tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai insan pemasyarakatan,” ujar Jayanta.

Ia juga berharap agar momentum kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada para pegawai yang menerima kenaikan pangkat, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas capaian yang telah diraih.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dapat terus memperkuat komitmen dalam bekerja secara profesional, berintegritas, serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KALIMANTAN BARAT, JAYANTA MELAKSANAKAN KEGIATAN SAFARI RAMADAN DI RUTAN KELAS IIB LANDAK

Landak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Rutan Kelas IIB Landak. Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Kabid Pelayanan dan Pembinaan Amico Balalembang, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka-UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat sebagai bentuk silaturahmi serta penguatan koordinasi jajaran pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Barat, Sabtu (14/03).

Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut, Kakanwil juga menyerahkan bantuan sosial kepada Pondok Pesantren Al Muslimun sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat sekitar. Melalui bantuan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Kalbar berharap dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Usai pelaksanaan Safari Ramadan, Kakanwil mengumpulkan seluruh Ka-UPT se-Kalimantan Barat untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya kesiapsiagaan di setiap Unit Pelaksana Teknis, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan yang dapat terjadi selama momentum hari raya. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kesiapan sarana pendukung operasional.

Kakanwil mengingatkan agar setiap UPT memastikan ketersediaan genset sebagai langkah antisipasi apabila terjadi pemadaman listrik, sehingga operasional dan sistem pengamanan tetap berjalan dengan baik. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya ketersediaan air bersih di setiap UPT. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyiapkan sumur bor dragon sebagai langkah antisipatif apabila terjadi gangguan listrik yang dapat memengaruhi distribusi air.
Menanggapi arahan tersebut, para Kepala UPT menyampaikan komitmen untuk melaksanakan seluruh instruksi yang telah disampaikan oleh Kakanwil. Para Ka-UPT menyatakan kesiapan jajaran di masing-masing satuan kerja untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung berada dalam kondisi siap guna menghadapi momentum perayaan Idul Fitri.
Melalui kegiatan Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat dapat semakin siap menjaga kondisi yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga pelayanan kepada masyarakat serta proses pembinaan terhadap warga binaan tetap berjalan optimal menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

KANWIL DITJENPAS KALBAR GELAR BUKA PUASA BERSAMA, KAKANWIL BAGIKAN TAKJIL KEPADA MASYARAKAT

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung di lapangan Kanwil Ditjenpas Kalbar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kanwil Ditjenpas Kalbar serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Kota Pontianak.

Sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, bersama jajaran terlebih dahulu melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan berbagi takjil ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kebersamaan di lapangan Kanwil Ditjenpas Kalbar. Suasana kekeluargaan tampak terasa ketika seluruh jajaran pegawai dan para Kepala UPT se-Kota Pontianak berkumpul dalam momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi hidangan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Ia berharap melalui momentum Ramadan ini, seluruh jajaran dapat semakin meningkatkan nilai kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta terus memberikan pengabdian terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan.

Sementara itu, kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Mansyur. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa orang yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya serta pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan sesama.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan kebersamaan dan kekompakan seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar semakin kuat, sehingga dapat terus memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik bagi masyarakat.