KABAGTUM DAN KABID PK KANWIL DITJENPAS KALBAR AUDIENSI DENGAN PEMKAB KAPUAS HULU BAHAS RENCANA PEMBANGUNAN BAPAS KELAS II PUTUSSIBAU

Kapuas Hulu – Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Bistok Oloan Situngkir Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Japaham Sinaga melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam rangka membahas rencana pembangunan Balai Pemasyarakatan (Bapas) di wilayah Kapuas Hulu, kamis (06/03).

Dalam pertemuan tersebut, Kabag Tata Usaha dan Umum menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dapat mendukung rencana pembangunan Bapas melalui hibah tanah maupun bangunan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat operasional layanan pemasyarakatan di wilayah Kapuas Hulu.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Bapas merupakan bagian dari implementasi kebijakan dalam KUHP yang baru, yang menuntut penguatan fungsi pembimbingan kemasyarakatan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan Bapas ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan dalam KUHP yang baru. Oleh karena itu, diperlukan penguatan fungsi pembimbingan kemasyarakatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Bistok.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Japaham Sinaga menambahkan bahwa pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membantu menyediakan lahan kurang lebih seluas satu hektare untuk pembangunan Bapas.

Menurutnya, apabila lahan tersebut dapat tersedia, maka pembangunan direncanakan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat guna mendukung kelancaran operasional layanan pemasyarakatan di wilayah Kapuas Hulu

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Ambrosius Sadau menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melaporkan rencana tersebut kepada Bupati Kapuas Hulu. Pemerintah daerah juga akan berupaya mencari lokasi yang memungkinkan untuk mendukung rencana pembangunan Bapas tersebut.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam memperkuat pelayanan pemasyarakatan serta mendukung pelaksanaan kebijakan hukum nasional.

KABAG TATA USAHA DAN UMUM BERSAMA KABID PEMBIMBINGAN KEMASYARAKATAN LAKSANAKAN SAFARI RAMADAN DI LAPAS KELAS IIB SINTANG

SINTANG – Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bistok Oloan Situngkir, bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, melaksanakan Safari Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sintang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, sekaligus silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Dalam kunjungannya, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum meninjau langsung layanan besukan, dapur, serta blok hunian guna memastikan pelayanan dan kondisi warga binaan berjalan dengan baik dan sesuai standar. Peninjauan ini juga menjadi bentuk komitmen dalam menjaga kualitas layanan pemasyarakatan.

Dalam arahannya kepada jajaran petugas, beliau menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dalam bekerja, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, serta membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis sebagai fondasi integritas pribadi. Selain itu, seluruh petugas juga diingatkan untuk bijak dalam bermedia sosial guna menjaga citra institusi dan profesionalisme sebagai insan pemasyarakatan.

Sebagai bagian dari rangkaian Safari Ramadan, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama warga binaan. Momentum tersebut menjadi wujud kebersamaan dan upaya mempererat tali persaudaraan, serta menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kehangatan di lingkungan Lapas Kelas IIB Sintang.

PERKUAT SINERGI DAN KETAHANAN PANGAN, KABAG TU DAN KABID PEMBIMBINGAN KEMASYARAKATAN KUNJUNGI BAPAS SINTANG

SINTANG – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan memastikan optimalisasi tugas pokok serta fungsi pembimbingan kemasyarakatan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bistok Oloan Situngkir, bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sintang pada Rabu (04/03).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antarunit kerja serta meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung kinerja petugas di lapangan.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan program ketahanan pangan yang dikelola secara mandiri oleh Bapas Sintang. Rombongan berkesempatan melihat langsung budidaya seledri dan ayam kampung yang menjadi program unggulan pemberdayaan di lingkungan kerja tersebut.

“Program ini merupakan wujud nyata dukungan kita terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi sarana pemberdayaan yang berdampak positif bagi lingkungan kerja,” ujar Bistok Oloan Situngkir di sela-sela peninjauan.

Usai meninjau fasilitas kantor, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran petugas Bapas Sintang. Dalam arahannya, beliau menekankan tiga poin utama:

  1. Integritas dan Rasa Syukur: Mengajak petugas untuk selalu bersyukur dan konsisten berbuat baik dalam menjalankan tugas.
  2. Kedisiplinan: Menekankan pentingnya disiplin waktu sebagai cerminan profesionalisme ASN.
  3. Etika Media Sosial: Mengimbau seluruh petugas agar bijak dalam bermedia sosial guna menjaga marwah dan citra institusi di mata publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, menyoroti meningkatnya perhatian pemerintah terhadap sektor pemasyarakatan. Menurutnya, pemberlakuan KUHP yang baru membawa peluang besar bagi penguatan peran fungsional maupun struktural bagi insan pemasyarakatan, khususnya di lingkungan Bapas.

“Mari kita bersama-sama mendoakan dan berupaya agar seiring dengan bertambahnya jumlah Bapas di Indonesia, perhatian serta dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan dan fasilitas petugas juga semakin meningkat,” ungkap Japaham.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bapas Sintang, Nurwan, menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti seluruh instruksi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Bapas Sintang berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Segala arahan akan segera kami implementasikan sebagai bentuk keseriusan kami dalam membangun Bapas Sintang yang lebih baik,” pungkas Nurwan.

DIRJENPAS RESMIKAN DAPUR SEHAT DI LIMA UPT KALBAR, TEGASKAN KOMITMEN PEMASYARAKATAN HUMANIS DAN BERKUALITAS


Pontianak – Komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis dan berstandar layanan tinggi kembali ditegaskan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, secara resmi meresmikan Dapur Sehat pada lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Senin (02/03).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam memastikan terpenuhinya hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak. Lima UPT yang kini resmi memiliki Dapur Sehat yakni Lapas Kelas IIA Pontianak, Lapas Kelas IIB Singkawang, Rutan Kelas IIA Pontianak, Rutan Kelas IIB Sambas, dan Rutan Kelas IIB Landak.
Program Dapur Sehat merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada penguatan layanan dasar, peningkatan profesionalisme petugas, serta optimalisasi pembinaan Warga Binaan secara berkelanjutan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan bahwa kehadiran Dapur Sehat menjadi simbol transformasi Pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

Melalui Dapur Sehat, kita ingin memastikan pemenuhan hak dasar Warga Binaan berjalan optimal. Ini adalah wujud Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak. Kita tidak hanya membina, tetapi juga memastikan kualitas hidup mereka selama menjalani masa pidana tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mashudi menegaskan bahwa kualitas layanan makanan di dalam lapas dan rutan merupakan indikator penting wajah Pemasyarakatan modern.

“Pemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan layanan yang layak. Dapur Sehat bukan hanya soal memasak, tetapi tentang standar kebersihan, kualitas gizi, dan komitmen kita menghadirkan pembinaan yang bermartabat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah progresif jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam merealisasikan program strategis tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar, para Kepala UPT, serta seluruh petugas dan mitra kerja. Harapan kami, UPT lain yang masih belum memiliki Dapur Sehat, segera menyusul agar standar layanan semakin merata dan berkualitas,” pesannya.

Tidak hanya peresmian Dapur Sehat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada panti asuhan di Kota Pontianak sebanyak 25 paket bantuan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan kepada masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat nilai empati dan kebermanfaatan institusi di tengah lingkungan sosial.

Dengan diresmikannya lima Dapur Sehat ini, Kanwil Ditjenpas Kalbar menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang lebih profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

KAKANWIL DITJENPAS KALBAR TEKEN KERJA SAMA KEMANDIRIAN PANGAN, GRIYA ABHIPRAYA “KAPUAS” SEGERA DIKEMBANGKAN

Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat bersama Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pontianak melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri Pontianak dalam rangka mendukung program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan, Senin (02/03).
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya pada poin ke-8 yaitu Kemandirian Pangan melalui Program Pertanian, Perikanan, dan Peternakan.
Sebelumnya, pada 10 Februari 2026 telah dilakukan pencanangan tiang pertama pembangunan Griya Abhipraya “Kapuas” oleh Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Kepala Bapas Pontianak, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri, serta Camat setempat sebagai bentuk komitmen bersama dalam merealisasikan program tersebut.
Ke depan, kawasan Griya Abhipraya akan dilengkapi dengan sarana peternakan berupa empat unit kandang ayam menggunakan metode close house rak colony. Sistem modern ini dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas suhu dan kesehatan ternak, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan bahwa pemasyarakatan memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan secara maksimal.
“Di pemasyarakatan ini potensi cukup luar biasa. Kalau kita tidak gunakan, jangan sampai ada lahan yang idle. Setiap aset harus produktif, setiap program harus menghasilkan manfaat nyata, tidak hanya bagi klien pemasyarakatan tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kampus ke depan.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi sekaligus masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan lahan seluas 10.000 (sepuluh ribu) meter persegi sebagai kawasan pengembangan program kemandirian pangan yang terintegrasi dengan fungsi pembimbingan dan reintegrasi sosial.
Ia menegaskan bahwa Griya Abhipraya tidak hanya menjadi pusat kegiatan produktif, tetapi juga sarana pembinaan yang berdampak langsung bagi klien pemasyarakatan.
“Griya Abhipraya harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi klien pemasyarakatan dan masyarakat sekitar,” tutup Jayanta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lilik Sujandi selaku Direktur Kepatuhan Internal, Kadek Anton Budiharta selaku Direktur Sistem dan Strategi, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat, serta jajaran petugas pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalbar.

TEBAR BENIH LELE DI RUTAN SAMBAS, KAKANWIL DITJENPAS KALBAR PERKUAT PROGRAM KETAHANAN PANGAN

Tebar Benih Lele di Rutan Sambas, Kakanwil Ditjenpas Kalbar Perkuat Program Ketahanan Pangan
Sambas – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, melaksanakan kegiatan tebar benih ikan lele di Rutan Kelas IIB Sambas, sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Kamis (26/02).

Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Perawatan, Amico Balalembang, serta Kepala Rutan Kelas IIB Sambas Andriyas Dwi Pujoyanto beserta jajaran. Penebaran benih dilakukan di kolam budidaya yang telah dipersiapkan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Jayanta menegaskan bahwa program budidaya ikan lele bukan sekadar kegiatan produktif, tetapi juga langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan di dalam lapas dan rutan.
“Ketahanan pangan di dalam lapas dan rutan adalah bagian dari komitmen kita untuk mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan mandiri. Melalui budidaya ikan lele ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi lahan dan sarana yang tersedia di lingkungan UPT pemasyarakatan menjadi kunci dalam mendukung program pembinaan berbasis kemandirian dan pemberdayaan. Kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan pembinaan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup warga binaan melalui pelatihan keterampilan praktis dan berkelanjutan.
“Budidaya ikan lele di dalam rutan bukan hanya kegiatan pembinaan biasa, tetapi memiliki manfaat strategis yang nyata. Selain mendukung ketahanan pangan internal dan menambah asupan protein bagi warga binaan, program ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian sebagai bekal setelah mereka kembali ke Masyarakat,” terang Jayanta.

Produksi pangan secara mandiri turut membantu efisiensi anggaran konsumsi, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tebar benih ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan rutan yang produktif, mandiri, dan berorientasi pada pembinaan. Dengan sinergi antara pimpinan wilayah dan jajaran UPT, program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Barat diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.

DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KALBAR GELAR SAFARI RAMADHAN, JAYANTA TEKANKAN INTEGRITAS DAN KEAMANAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB SAMBAS

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sambas pada Rabu (25/02) sore. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan, penguatan sinergi, serta monitoring pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan selama bulan suci Ramadhan.

Kedatangan Kakanwil disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Sambas beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil meninjau langsung kondisi blok hunian, dapur umum, serta memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan optimal selama bulan puasa. Safari Ramadhan ini juga dirangkaikan dengan tausiyah dan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat silaturahmi antara pimpinan dan jajaran.

Dalam arahannya, Kakanwil Jayanta menyampaikan bahwa bulan Ramadhan harus menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta integritas dalam bekerja.
“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kita sebagai insan pemasyarakatan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga integritas, dan tetap berikan pelayanan terbaik kepada warga binaan,” tegasnya.
Kakanwil juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan, khususnya selama bulan Ramadhan yang memiliki dinamika kegiatan berbeda dari hari biasa, seperti sahur, buka puasa, dan pelaksanaan ibadah tarawih.

“Saya minta seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini. Jangan lengah. Pengawasan harus tetap optimal, terutama pada jam-jam rawan. Laksanakan kontrol keliling secara rutin dan pastikan seluruh prosedur keamanan dijalankan sesuai standar operasional,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh petugas tetap menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan ibadah puasa.

“Jaga kondisi fisik, atur pola istirahat, dan tetap solid dalam bekerja. Kebersamaan dan komunikasi yang baik antarpetugas menjadi kunci terciptanya situasi rutan yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian serta memastikan pelaksanaan tugas pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Sambas tetap berjalan aman, tertib, dan humanis selama bulan suci Ramadhan.

KAKANWIL DITJENPAS KALBAR MONITORING RUTAN BENGKAYANG, PASTIKAN KEAMANAN RAMADAN DAN DUKUNG KETAHANAN PANGAN

Kakanwil Ditjenpas Kalbar Monitoring Rutan Bengkayang, Pastikan Keamanan Ramadan dan Dukung Ketahanan Pangan

Bengkayang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, melakukan monitoring langsung ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bengkayang dalam rangka memastikan peningkatan keamanan selama bulan Ramadan sekaligus meninjau pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan rutan, Rabu (25/02).

Kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari komitmen jajaran pemasyarakatan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama Ramadan, periode yang memerlukan perhatian khusus terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban.

Dalam kunjungannya, Jayanta menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, peningkatan kewaspadaan petugas, serta pelaksanaan kontrol dan pengawasan rutin di setiap blok hunian. Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah dan terus menjaga integritas dalam pelaksanaan tugas.
“Monitoring ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bentuk komitmen nyata untuk memastikan seluruh jajaran bekerja optimal. Selama bulan Ramadan, kita harus memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Keamanan adalah prioritas utama di Lapas dan Rutan yang ada di Kalbar,” tegas Jayanta.

Selain memastikan aspek keamanan, Kakanwil juga meninjau program ketahanan pangan yang sedang berjalan di Rutan Bengkayang yaitu peternakan ayam Broiler. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur di lingkungan satuan kerja.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, di akhir kunjungannya Jayanta turut melakukan penanaman singkong. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen jajaran pemasyarakatan dalam mendorong produktivitas warga binaan sekaligus memperkuat program pertanian sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Melalui monitoring ini, diharapkan keamanan dan ketertiban selama Ramadan tetap terjaga, serta program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

BERI ARAHAN KEPADA KA UPT,  TEKANKAN DISIPLIN ANGGARAN DAN STABILITAS KAMTIB SAAT RAMADAN DAN IDUL FITRI

Beri Arahan kepada Ka UPT,
Tekankan Disiplin Anggaran dan
Stabilitas Kamtib SAAT Ramadan DAN IDUL FITRI

Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta memberikan arahan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat terkait penyerapan anggaran, penguatan keamanan dan ketertiban, serta komitmen menjaga integritas satuan kerja, selasa (24/02/2026).

Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa penyerapan anggaran bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan cerminan kualitas manajerial seorang pimpinan satuan kerja.
Ia juga menyoroti masih rendahnya realisasi anggaran di beberapa UPT. Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran segera melakukan percepatan penyerapan anggaran secara optimal, efektif, dan akuntabel guna menghindari teguran dari pusat.
Selain itu, Kakanwil mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban pada Bulan Suci Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Ia berharap seluruh UPT Pemasyarakatan di Kalimantan Barat tetap dalam kondisi aman dan kondusif.

“Kita jangan sampai lengah. Pastikan tidak ada hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban, khususnya saat Ramadan dan Idul Fitri. Mudah-mudahan seluruh UPT di Kalimantan Barat aman terkendali tanpa gangguan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tugas jajaran Pemasyarakatan saat ini sangatlah strategis dan menuntut komitmen penuh dalam menjalankan instruksi pimpinan pusat, termasuk arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
Kakanwil juga mengingatkan bahwa komitmen yang telah dibangun melalui penandatanganan Pakta Integritas harus diwujudkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas. Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Kanwil Ditjenpas Kalbar pun diminta segera bergerak aktif dalam melakukan pendampingan dan penguatan kepada seluruh UPT.

Sebagai penutup, Kakanwil menekankan pentingnya menjaga citra institusi dengan memastikan tidak adanya pemberitaan negatif di lingkungan UPT Pemasyarakatan Kalbar.
Arahan tersebut menjadi penegasan komitmen Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabel, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh jajaran Pemasyarakatan.

KANWIL DITJENPAS KALBAR BERIKAN REMISI KHUSUS IMLEK 2026, SATU WARGA BINAAN LANGSUNG BEBAS

Kanwil Ditjenpas Kalbar Berikan Remisi Khusus Imlek 2026, Satu Warga Binaan Langsung Bebas

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kalimantan Barat melakukan pemberian pengurangan hukuman (Remisi) kepada Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Khusus kepada Anak Binaan di Lapas, Rutan, dan LPKA se Kalimantan Barat pada Hari Raya Imlek Tahun 2026, Selasa (17/02).

Dalam momentum Hari Raya Imlek 2577 Kongzili ini, sebanyak 7 (tujuh) warga binaan menerima Remisi Khusus (RK) dan Pengurangan Masa Pidana Khusus. Rinciannya, RK I diberikan kepada 6 orang, dengan besaran remisi 15 hari untuk 1 orang dan 1 bulan untuk 5 orang. Sementara itu, RK II diberikan kepada 1 orang warga binaan yang langsung bebas setelah menerima remisi.

Adapun warga binaan yang memperoleh remisi tersebut berasal dari beberapa unit pelaksana teknis Pemasyarakatan Kalimantan Barat, yakni Lapas Kelas IIB Ketapang sebanyak 1 orang, Lapas Kelas IIB Singkawang sebanyak 3 orang, LPKA Kelas II Sungai Raya sebanyak 1 orang, Rutan Kelas IIA Pontianak sebanyak 1 orang, dan Rutan Kelas IIB Bengkayang sebanyak 1 orang.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalbar Jayanta menyampaikan bahwa pemberian remisi ini merupakan bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku positif dan memenuhi persyaratan administratif serta substantif sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi wujud apresiasi atas komitmen warga binaan dalam mengikuti pembinaan dengan baik. Momentum Imlek ini menjadi pengingat bahwa setiap insan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pemberian remisi khusus Hari Raya Imlek ini juga mencerminkan komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung tinggi prinsip keadilan, pembinaan, dan penghormatan terhadap hak-hak warga binaan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun budaya.

Melalui semangat “Harmoni Imlek Nusantara”, Kanwil Ditjenpas Kalbar berharap momentum ini semakin memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, serta optimisme bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan menuju reintegrasi sosial.