DIRJENPAS RESMIKAN DAPUR SEHAT DI LIMA UPT KALBAR, TEGASKAN KOMITMEN PEMASYARAKATAN HUMANIS DAN BERKUALITAS


Pontianak – Komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis dan berstandar layanan tinggi kembali ditegaskan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, secara resmi meresmikan Dapur Sehat pada lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Senin (02/03).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam memastikan terpenuhinya hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak. Lima UPT yang kini resmi memiliki Dapur Sehat yakni Lapas Kelas IIA Pontianak, Lapas Kelas IIB Singkawang, Rutan Kelas IIA Pontianak, Rutan Kelas IIB Sambas, dan Rutan Kelas IIB Landak.
Program Dapur Sehat merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada penguatan layanan dasar, peningkatan profesionalisme petugas, serta optimalisasi pembinaan Warga Binaan secara berkelanjutan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan bahwa kehadiran Dapur Sehat menjadi simbol transformasi Pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

Melalui Dapur Sehat, kita ingin memastikan pemenuhan hak dasar Warga Binaan berjalan optimal. Ini adalah wujud Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak. Kita tidak hanya membina, tetapi juga memastikan kualitas hidup mereka selama menjalani masa pidana tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mashudi menegaskan bahwa kualitas layanan makanan di dalam lapas dan rutan merupakan indikator penting wajah Pemasyarakatan modern.

“Pemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan layanan yang layak. Dapur Sehat bukan hanya soal memasak, tetapi tentang standar kebersihan, kualitas gizi, dan komitmen kita menghadirkan pembinaan yang bermartabat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah progresif jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam merealisasikan program strategis tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar, para Kepala UPT, serta seluruh petugas dan mitra kerja. Harapan kami, UPT lain yang masih belum memiliki Dapur Sehat, segera menyusul agar standar layanan semakin merata dan berkualitas,” pesannya.

Tidak hanya peresmian Dapur Sehat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada panti asuhan di Kota Pontianak sebanyak 25 paket bantuan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan kepada masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat nilai empati dan kebermanfaatan institusi di tengah lingkungan sosial.

Dengan diresmikannya lima Dapur Sehat ini, Kanwil Ditjenpas Kalbar menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang lebih profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *