PERKUAT SINERGI DAN KETAHANAN PANGAN, KABAG TU DAN KABID PEMBIMBINGAN KEMASYARAKATAN KUNJUNGI BAPAS SINTANG

SINTANG – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan memastikan optimalisasi tugas pokok serta fungsi pembimbingan kemasyarakatan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bistok Oloan Situngkir, bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sintang pada Rabu (04/03).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antarunit kerja serta meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung kinerja petugas di lapangan.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan program ketahanan pangan yang dikelola secara mandiri oleh Bapas Sintang. Rombongan berkesempatan melihat langsung budidaya seledri dan ayam kampung yang menjadi program unggulan pemberdayaan di lingkungan kerja tersebut.

“Program ini merupakan wujud nyata dukungan kita terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi sarana pemberdayaan yang berdampak positif bagi lingkungan kerja,” ujar Bistok Oloan Situngkir di sela-sela peninjauan.

Usai meninjau fasilitas kantor, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran petugas Bapas Sintang. Dalam arahannya, beliau menekankan tiga poin utama:

  1. Integritas dan Rasa Syukur: Mengajak petugas untuk selalu bersyukur dan konsisten berbuat baik dalam menjalankan tugas.
  2. Kedisiplinan: Menekankan pentingnya disiplin waktu sebagai cerminan profesionalisme ASN.
  3. Etika Media Sosial: Mengimbau seluruh petugas agar bijak dalam bermedia sosial guna menjaga marwah dan citra institusi di mata publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, menyoroti meningkatnya perhatian pemerintah terhadap sektor pemasyarakatan. Menurutnya, pemberlakuan KUHP yang baru membawa peluang besar bagi penguatan peran fungsional maupun struktural bagi insan pemasyarakatan, khususnya di lingkungan Bapas.

“Mari kita bersama-sama mendoakan dan berupaya agar seiring dengan bertambahnya jumlah Bapas di Indonesia, perhatian serta dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan dan fasilitas petugas juga semakin meningkat,” ungkap Japaham.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bapas Sintang, Nurwan, menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti seluruh instruksi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Bapas Sintang berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Segala arahan akan segera kami implementasikan sebagai bentuk keseriusan kami dalam membangun Bapas Sintang yang lebih baik,” pungkas Nurwan.

DIRJENPAS RESMIKAN DAPUR SEHAT DI LIMA UPT KALBAR, TEGASKAN KOMITMEN PEMASYARAKATAN HUMANIS DAN BERKUALITAS


Pontianak – Komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis dan berstandar layanan tinggi kembali ditegaskan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, secara resmi meresmikan Dapur Sehat pada lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Senin (02/03).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam memastikan terpenuhinya hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak. Lima UPT yang kini resmi memiliki Dapur Sehat yakni Lapas Kelas IIA Pontianak, Lapas Kelas IIB Singkawang, Rutan Kelas IIA Pontianak, Rutan Kelas IIB Sambas, dan Rutan Kelas IIB Landak.
Program Dapur Sehat merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada penguatan layanan dasar, peningkatan profesionalisme petugas, serta optimalisasi pembinaan Warga Binaan secara berkelanjutan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan bahwa kehadiran Dapur Sehat menjadi simbol transformasi Pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

Melalui Dapur Sehat, kita ingin memastikan pemenuhan hak dasar Warga Binaan berjalan optimal. Ini adalah wujud Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak. Kita tidak hanya membina, tetapi juga memastikan kualitas hidup mereka selama menjalani masa pidana tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mashudi menegaskan bahwa kualitas layanan makanan di dalam lapas dan rutan merupakan indikator penting wajah Pemasyarakatan modern.

“Pemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan layanan yang layak. Dapur Sehat bukan hanya soal memasak, tetapi tentang standar kebersihan, kualitas gizi, dan komitmen kita menghadirkan pembinaan yang bermartabat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah progresif jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam merealisasikan program strategis tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar, para Kepala UPT, serta seluruh petugas dan mitra kerja. Harapan kami, UPT lain yang masih belum memiliki Dapur Sehat, segera menyusul agar standar layanan semakin merata dan berkualitas,” pesannya.

Tidak hanya peresmian Dapur Sehat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada panti asuhan di Kota Pontianak sebanyak 25 paket bantuan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan kepada masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat nilai empati dan kebermanfaatan institusi di tengah lingkungan sosial.

Dengan diresmikannya lima Dapur Sehat ini, Kanwil Ditjenpas Kalbar menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang lebih profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

KAKANWIL DITJENPAS KALBAR TEKEN KERJA SAMA KEMANDIRIAN PANGAN, GRIYA ABHIPRAYA “KAPUAS” SEGERA DIKEMBANGKAN

Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat bersama Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pontianak melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri Pontianak dalam rangka mendukung program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan, Senin (02/03).
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya pada poin ke-8 yaitu Kemandirian Pangan melalui Program Pertanian, Perikanan, dan Peternakan.
Sebelumnya, pada 10 Februari 2026 telah dilakukan pencanangan tiang pertama pembangunan Griya Abhipraya “Kapuas” oleh Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Kepala Bapas Pontianak, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri, serta Camat setempat sebagai bentuk komitmen bersama dalam merealisasikan program tersebut.
Ke depan, kawasan Griya Abhipraya akan dilengkapi dengan sarana peternakan berupa empat unit kandang ayam menggunakan metode close house rak colony. Sistem modern ini dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas suhu dan kesehatan ternak, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan bahwa pemasyarakatan memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan secara maksimal.
“Di pemasyarakatan ini potensi cukup luar biasa. Kalau kita tidak gunakan, jangan sampai ada lahan yang idle. Setiap aset harus produktif, setiap program harus menghasilkan manfaat nyata, tidak hanya bagi klien pemasyarakatan tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kampus ke depan.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi sekaligus masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan lahan seluas 10.000 (sepuluh ribu) meter persegi sebagai kawasan pengembangan program kemandirian pangan yang terintegrasi dengan fungsi pembimbingan dan reintegrasi sosial.
Ia menegaskan bahwa Griya Abhipraya tidak hanya menjadi pusat kegiatan produktif, tetapi juga sarana pembinaan yang berdampak langsung bagi klien pemasyarakatan.
“Griya Abhipraya harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi klien pemasyarakatan dan masyarakat sekitar,” tutup Jayanta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lilik Sujandi selaku Direktur Kepatuhan Internal, Kadek Anton Budiharta selaku Direktur Sistem dan Strategi, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat, serta jajaran petugas pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalbar.