Audiensi Ditjenpas Kalbar dengan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat Terkait Acara Pemberian Remisi dan Amnesti Terhadap Warga Binaan
=

Pontianak, Kamis(13 Agustus 2026) Kegiatan audiensi yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan bersama Gubernur Kalimantan Barat menjadi momentum penting dalam rangka persiapan pelaksanaan pemberian remisi dan amnesti. Kepala Kantor Wilayah, Bapak Jayanta, hadir bersama jajaran pejabat struktural, termasuk Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Kepala Lapas Pontianak, serta Kepala Rutan Pontianak. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian acara berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tertib administrasi.
Dalam audiensi tersebut, dibahas secara rinci mengenai rundown acara, daftar undangan peserta, serta mekanisme pelaksanaan kegiatan yang akan digelar pada tanggal 17 Agustus 2026. Hal ini dilakukan agar setiap tahapan acara dapat terkoordinasi dengan baik, sehingga tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga wadah interaksi langsung antara pemerintah daerah dengan warga binaan. Kehadiran jajaran pemasyarakatan bersama pihak gubernur diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam mengawal kebijakan yang menyentuh aspek pembinaan dan reintegrasi sosial.
Selain membahas teknis pelaksanaan, audiensi ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam memberikan dukungan moral dan strategis. Dengan adanya tatap muka langsung antara pemimpin daerah dan warga binaan, diharapkan tercipta suasana kebersamaan yang dapat meningkatkan motivasi serta memperkuat rasa percaya diri warga binaan untuk kembali berkontribusi positif di masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yang menekankan pada pembinaan, bukan sekadar penghukuman.

Topik lain yang menjadi perhatian adalah bentuk amnesti yang akan diberikan kepada warga binaan. Diskusi ini menekankan perlunya kebijakan yang berlandaskan keadilan, kemanusiaan, dan kepastian hukum. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, diharapkan keputusan yang diambil dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sekaligus memperkuat legitimasi institusi pemasyarakatan. Audiensi ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memastikan bahwa pelaksanaan remisi dan amnesti pada peringatan Hari Kemerdekaan nanti berjalan lancar, bermakna, dan berdampak positif bagi semua pihak.
