PIAGAM PENGHARGAAN PERINGKAT I ATAS KECEPATAN DAN KETEPATAN PENGISIAN DATA MANDIRI PEGAWAI PADA STAR ASN

Prestasi membanggakan diraih oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat. Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Dukungan Manajemen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Semester 1 Tahun 2025, Kanwil Ditjenpas Kalbar menerima piagam penghargaan atas kecepatan dan ketepatan pengisian Data Mandiri Pegawai pada aplikasi STAR ASN di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (06/08).


Penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenimpas sebagái bentuk apresiasi atas kinerja optimal Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam mendukung tertib
administrasi kepegawaian dan pemutakhiran data berbasis teknologi secara tepat waktu.


Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pemasyarakatan Kalbar, Jayanta menyampaikan rasa syukur dan kebanggan atas penghargaan tersebut. “Alhamdulillah, ini merupakan hasil dari kerja sama yang solid seluruh jajaran, khususnya rekan-rekan yang membidangi pengisian data. Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mempertahankan kinerja terbaik demi mendukung tata kelola kepegawaian yang
akurat dan profesional,” ujarnya.


Sementara itu Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha Ditjenpas Kalbar, Bistok Oloan Situngkir turut menyampaikan apresiasi terhadap kinerja tim. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari kedisiplinan dan koordinasi yang baik antar unit kerja. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, sehingga setiap data yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat,” ungkapnya.

KANWIL DITJENPAS KALBAR HADIRI PENGUATAN TUGAS KEMENKO KUMHAM DAN IMIPAS, TEGASKAN KOMITMEN TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN

PONTIANAK — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Penguatan Tugas dan Fungsi Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Sinkronisasi dan Koordinasi Capaian Indeks Pembangunan Hukum yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Kementerian Hukum, pada Selasa, (28/04).
Kehadiran jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya penguatan sinergi antar kementerian/lembaga, khususnya dalam mendukung agenda pembangunan nasional di bidang hukum, hak asasi manusia, imigrasi, dan pemasyarakatan.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia, khususnya pada jabatan Pembimbing Kemasyarakatan (PK).
“Di Kalimantan Barat saat ini terdapat tiga Balai Pemasyarakatan, yaitu Bapas Pontianak, Bapas Sambas, dan Bapas Sintang. Dengan jumlah Pembimbing Kemasyarakatan sebanyak 51 orang, tentu ini masih sangat kurang. Namun demikian, kami tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Jayanta.

Lebih lanjut, Jayanta juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, terkait rencana penambahan Balai Pemasyarakatan baru di Kalimantan Barat.
“Kami telah mengusulkan penambahan empat Balai Pemasyarakatan baru, yaitu Bapas Putussibau, Bapas Sanggau, Bapas Landak, dan Bapas Ketapang. Saat ini, baru Bapas Ketapang yang telah mendapatkan tanggapan, dan kami terus melakukan koordinasi dengan kepala daerah terkait lainnya,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan akan penambahan sumber daya manusia Pembimbing Kemasyarakatan menjadi hal yang mendesak, seiring dengan meningkatnya peran pemasyarakatan, terutama dalam pelaksanaan kebijakan berbasis keadilan restoratif.
“Kami juga telah mengusulkan penambahan tenaga Pembimbing Kemasyarakatan dalam jumlah yang signifikan. Hal ini penting mengingat peran pemasyarakatan saat ini tidak hanya pada pembinaan, tetapi juga dalam proses pembimbingan kemasyarakatan, termasuk pendampingan dalam Restorative Justice hingga tahap pengawasan,” tambah Jayanta.
Dalam kegiatan tersebut, turut dibahas mengenai pentingnya Indeks Pembangunan Hukum (IPH) sebagai instrumen strategis dalam mengukur kualitas pembangunan hukum. IPH menjadi dasar dalam pelaksanaan evaluasi serta perumusan kebijakan yang lebih terarah dan terintegrasi, dengan lima pilar utama yaitu budaya hukum, materi hukum, kelembagaan hukum, penegakan hukum, serta informasi dan komunikasi hukum.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas kinerja, guna mendukung tercapainya pembangunan hukum yang optimal, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

TASYAKURAN HBP KE-62: PENGUATAN KOMITMEN PEMASYARAKATAN DAN DEDIKASI UNTUK NEGERI

PONTIANAK – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat mengikuti kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang dilaksanakan secara nasional. Kegiatan tersebut dipusatkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pontianak dan diikuti oleh seluruh jajaran pemasyarakatan Kalimantan Barat pada Senin (27/04/2026).
Pelaksanaan tasyakuran berlangsung dengan khidmat dan penuh makna sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Seluruh jajaran mengikuti kegiatan secara tertib, mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen dalam memperkuat nilai-nilai pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya ketulusan dan kerja nyata dalam menjalankan tugas.
“Ketulusan tidak perlu panggung, dan kerja nyata tidak perlu pengakuan. Yang terpenting adalah dampak yang dirasakan oleh masyarakat dari apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perjalanan 62 tahun pemasyarakatan merupakan hasil dari kontribusi seluruh insan pemasyarakatan dalam membangun sistem yang lebih baik.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Selamat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Semoga kita terus tumbuh menjadi institusi yang bersih dari narkoba dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pemberian piagam penghargaan kepada mitra kerja sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, di antaranya kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat dan PT. Ciomas Adisatwa.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada petugas berprestasi, yakni FX Budianto, serta petugas berjasa, Wiren, atas dedikasi dan kontribusi dalam menjalankan tugas.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan berupa gerobak usaha kepada keluarga warga binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi dan reintegrasi sosial.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 dapat semakin memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan yang berdampak positif bagi masyarakat.

SERAH TERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT KEPALA RUTAN KELAS IIB PUTUSSIBAU: PERKUAT KINERJA DAN SINERGI PEMASYARAKATAN

PUTUSSIBAU – Pergantian kepemimpinan kembali berlangsung di lingkungan pemasyarakatan melalui kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan pisah sambut Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Putussibau pada Jumat (25/04). Jabatan Kepala Rutan secara resmi diserahterimakan dari Dani Ilham Hidayat, A.Md.IP., S.H., kepada Syahrinaldi, A.Md.IP., S.H., M.H., dalam suasana khidmat dan penuh makna.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat, Nasirul Hakim, A.Md.IP., S.H., M.H., yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Nasirul Hakim menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari proses penguatan organisasi yang harus dimaknai secara positif oleh seluruh jajaran.

“Pergantian kepemimpinan ini adalah bentuk kepercayaan organisasi yang harus dijawab dengan kinerja nyata. Saya berharap semangat kerja, disiplin, dan tanggung jawab seluruh jajaran dapat terus ditingkatkan untuk mendukung terciptanya pemasyarakatan yang profesional,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pejabat lama atas pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Rutan Kelas IIB Putussibau.

“Dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi. Hal-hal baik yang telah dibangun hendaknya dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tambahnya.

Kepada pejabat yang baru, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan mampu merangkul seluruh jajaran.

“Pimpinan yang baru diharapkan mampu menjadi penggerak bagi seluruh pegawai, membangun suasana kerja yang kondusif, serta memperkuat koordinasi baik di dalam maupun di luar satuan kerja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Rutan lama, Dani Ilham Hidayat, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan kebersamaan selama menjalankan tugas.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh jajaran atas kerja sama yang telah terjalin. Semoga ke depan Rutan Putussibau semakin maju dan terus memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Rutan yang baru, Syahrinaldi, menyampaikan kesiapan dan komitmennya dalam mengemban amanah yang diberikan.

“Saya siap melanjutkan program yang telah berjalan serta melakukan penguatan di berbagai aspek. Dukungan dari seluruh jajaran menjadi kunci agar kita dapat mencapai hasil yang lebih optimal,” ujarnya.

Kegiatan Sertijab dan pisah sambut ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

SERAH TERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT KEPALA BAPAS KELAS II SINTANG: PERKUAT SINERGI DAN KINERJA PEMASYARAKATAN

SINTANG – Pergantian kepemimpinan kembali berlangsung di lingkungan pemasyarakatan melalui kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan pisah sambut Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sintang. Jabatan Kepala Bapas secara resmi diserahterimakan dari Nurwan Rudiyanto, A.Md. IP., kepada Muhammad Nasir, S.H., M.H., dalam suasana khidmat dan penuh makna pada Jumat (24/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat, Nasirul Hakim, A.Md. IP., S.H., M.H., yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Nasirul Hakim menegaskan bahwa pergantian pejabat merupakan bagian penting dari dinamika organisasi yang harus dimaknai sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan kinerja.

“Serah terima jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi sebagai bagian dari proses pembinaan karier dan penyegaran kepemimpinan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kinerja serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Bapas Kelas II Sintang.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan. Apa yang telah dirintis menjadi fondasi penting yang harus dilanjutkan dan dikembangkan ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Kepada pejabat yang baru, Nasirul Hakim berpesan agar segera beradaptasi serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh jajaran.

“Saya berharap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, memperkuat sinergi internal, serta menjalin kerja sama yang baik dengan instansi terkait demi optimalisasi pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bapas lama, Nurwan Rudiyanto, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran atas dukungan selama masa kepemimpinannya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Semoga Bapas Sintang terus berkembang dan memberikan pelayanan yang semakin optimal,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Bapas yang baru, Muhammad Nasir, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah ada.

“Saya mohon dukungan dari seluruh jajaran agar kita dapat bekerja bersama dengan penuh tanggung jawab. Dengan sinergi dan komitmen yang kuat, saya optimis dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kegiatan Sertijab dan pisah sambut ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin berkualitas di wilayah Sintang.

SERAH TERIMA JABATAN DAN PISAH SAMBUT KEPALA RUTAN KELAS IIB BENGKAYANG: PERKUAT SINERGI DAN KINERJA PEMASYARAKATAN

BENGKAYANG – Suksesi kepemimpinan di lingkungan Pemasyarakatan kembali dilaksanakan melalui upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkayang. Jabatan pimpinan secara resmi beralih dari Fajar Setiawan, A.Md.IP, S.H., M.M. kepada Yuvinus Elyus, A.Md.IP., S.H., M.H. pada Jumat (24/04).

Kegiatan ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta. Dalam arahannya, Jayanta  menjelaskan bahwa rotasi pejabat di lingkungan Kemenimpas merupakan langkah strategis untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan secara efektif dan adaptif.

“Pergantian pejabat adalah kebutuhan organisasi untuk memastikan bahwa setiap satuan kerja tetap memiliki semangat baru dalam menghadapi tantangan di bidang pemasyarakatan. Fokus utama kita adalah memberikan pelayanan yang bersih dan berdampak langsung bagi masyarakat maupun warga binaan,” jelasnya.

Beliau juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi pejabat lama yang telah menjaga kondusifitas di Rutan Bengkayang.

“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Fajar Setiawan. Kerja keras Anda dalam mengelola Rutan Bengkayang telah memberikan kontribusi nyata bagi Kanwil Ditjenpas Kalbar. Semoga segala pengalaman di sini menjadi bekal berharga di tempat tugas yang baru,” tambah Jayanta.

Kepada pimpinan Rutan yang baru, Jayanta memberikan instruksi khusus mengenai penguatan pengawasan dan koordinasi wilayah.

“Untuk Bapak Yuvinus Elyus, segera lakukan pemetaan internal dan perkuat koordinasi dengan instansi vertikal serta pemerintah daerah. Pastikan setiap program pembinaan berjalan sesuai standar dan tetap kedepankan nilai-nilai integritas dalam setiap langkah kerja,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Fajar Setiawan menyampaikan ungkapan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh jajaran selama masa pengabdiannya.

“Kebersamaan yang terjalin selama ini adalah modal utama kita dalam menyelesaikan setiap persoalan. Saya berterima kasih atas dukungan penuh dari seluruh staf, dan saya berharap semangat kerja sama ini terus dipertahankan demi kemajuan Rutan Bengkayang ke depan,” tuturnya.

Menyambut amanah baru tersebut, Yuvinus Elyus menyatakan kesiapannya untuk segera melaksanakan tugas dan melanjutkan program kerja yang telah berjalan.

“Saya siap menjalankan tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya. Saya mengajak seluruh pegawai untuk terus bersinergi, meningkatkan kedisiplinan, dan berinovasi guna mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional dan transparan di wilayah Bengkayang,” ujar Yuvinus.

PERKUAT ZONA INTEGRITAS, IRWIL IV KEMENIMIPAS BERIKAN PENGUATAN WBK DAN WBBM DI KALBAR

Pontianak – Inspektur Wilayah IV Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jayanta Surbakti, memberikan penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) kepada jajaran Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Rabu (22/04/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat ini bertujuan untuk memperkuat komitmen dan pemahaman dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Inspektur Wilayah IV dalam memberikan penguatan secara langsung kepada jajaran di Kalimantan Barat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya sebatas pemenuhan indikator, namun merupakan upaya nyata dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan profesional.

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong seluruh satuan kerja agar tidak hanya meraih predikat WBK, tetapi juga mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan menuju WBBM. Integritas dan konsistensi menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Inspektur Wilayah IV Kemenimipas, Jayanta Surbakti, dalam arahannya menekankan pentingnya kesungguhan dan komitmen seluruh jajaran dalam membangun Zona Integritas secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan meraih predikat WBK/WBBM tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh implementasi nyata di lapangan.

“Zona Integritas bukan sekadar target, melainkan budaya kerja. Dibutuhkan komitmen bersama, perubahan pola pikir, serta konsistensi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan hanya fokus pada penilaian, tetapi pastikan perubahan itu benar-benar dirasakan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan enam area perubahan dalam pembangunan Zona Integritas, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat semakin termotivasi dan memiliki pemahaman yang kuat dalam mewujudkan satuan kerja yang bersih dari korupsi serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

SERTIJAB KARUTAN MEMPAWAH: KABAGTUM KANWIL DITJENPAS KALBAR TEKANKAN PENTINGNYA ADAPTASI DAN KINERJA ORGANISASI

MEMPAWAH – Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabagtum) Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat, Bistok Oloan Situngkir, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Kabagtum Bistok Oloan Situngkir menekankan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang lumrah dan sangat penting dalam menjaga kesehatan sebuah organisasi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (Kabagtum) Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat, Bistok Oloan Situngkir, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Kabagtum Bistok Oloan Situngkir menekankan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang lumrah dan sangat penting dalam menjaga kesehatan sebuah organisasi.

“Serah terima jabatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah proses strategis dalam rangka penyegaran, peningkatan kinerja, serta penguatan organisasi agar senantiasa adaptif terhadap tuntutan zaman,” ucap Bistok selaku Kabagtum Kanwil Ditjenpas Kalbar.

Ia juga memberikan apresiasi mendalam kepada Kepala Rutan yang lama atas dedikasi dan kontribusi nyata yang telah diberikan. Menurutnya, pondasi yang telah dibangun oleh pejabat lama menjadi modal penting bagi keberlanjutan program kerja ke depan. Sementara itu, Kepala Rutan lama, Fajar Ferdinan, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran atas dukungan dan kerja sama selama masa kepemimpinannya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, loyalitas, dan kerja keras seluruh jajaran. Apa yang telah kita capai bersama semoga dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan berikutnya,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Rutan yang baru, Ade Rusman, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan kinerja organisasi dengan mengedepankan sinergi dan profesionalisme.

“Saya mohon dukungan dari seluruh jajaran agar kita dapat bekerja bersama secara solid. Dengan komitmen, integritas, dan sinergi yang kuat, saya optimis kita dapat membawa Rutan Mempawah menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan serah terima jabatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional dan berdaya guna bagi masyarakat.

Perkuat Sinergi Internasional, Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalbar Ikuti WCPP 2026 di Nusa Dua

BALI – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat (Kakanwil Ditjenpas Kalbar), Jayanta, menghadiri ajang internasional The 7th World Congress on Probation and Parole (WCPP) yang digelar pada 14–17 April 2026 di Bali International Convention Center, Nusa Dua. Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil turut didampingi oleh Kepala Balai Pemasyarakatan Pontianak dan Kepala Balai Pemasyarakatan Sintang sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pelaksanaan bimbingan kemasyarakatan.
Kongres yang diikuti oleh delegasi dari 44 negara ini mengangkat tema “Getting Smart on Justice: Healing Hearts, and Safer Societies”, yang menitikberatkan pada pentingnya pendekatan keadilan yang lebih humanis melalui sistem probation dan parole. Kehadiran jajaran Ditjenpas Kalbar menjadi wujud komitmen dalam mendukung pengembangan sistem pemasyarakatan yang adaptif dan selaras dengan praktik internasional.

Melalui forum ini, berbagai praktik terbaik dan inovasi dalam pelaksanaan bimbingan kemasyarakatan dibahas secara komprehensif. Partisipasi aktif Kakanwil bersama Kepala Bapas diharapkan mampu memperkaya wawasan serta mendorong implementasi kebijakan yang lebih efektif di wilayah Kalimantan Barat.
Dalam keterangannya, Jayanta menyampaikan bahwa keikutsertaan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, untuk memperkuat peran pembimbing kemasyarakatan dalam mendukung implementasi KUHP baru.
“Partisipasi dalam WCPP ini memberikan ruang bagi kami untuk belajar langsung dari pengalaman negara lain sekaligus memperkenalkan praktik yang telah kita lakukan. Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pemulihan dan reintegrasi sosial,” ujar Jayanta.
Ia juga menambahkan bahwa hasil dari forum internasional ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program di lingkungan Ditjenpas Kalbar, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan kemasyarakatan yang lebih profesional dan berorientasi pada masyarakat.