KEPALA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KALIMANTAN BARAT, JAYANTA MELAKSANAKAN KEGIATAN SAFARI RAMADAN DI RUTAN KELAS IIB LANDAK

Landak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta melaksanakan kegiatan Safari Ramadan di Rutan Kelas IIB Landak. Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Kabid Pelayanan dan Pembinaan Amico Balalembang, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka-UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat sebagai bentuk silaturahmi serta penguatan koordinasi jajaran pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Barat, Sabtu (14/03).

Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut, Kakanwil juga menyerahkan bantuan sosial kepada Pondok Pesantren Al Muslimun sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada masyarakat sekitar. Melalui bantuan tersebut, Kakanwil Ditjenpas Kalbar berharap dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

Usai pelaksanaan Safari Ramadan, Kakanwil mengumpulkan seluruh Ka-UPT se-Kalimantan Barat untuk membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya kesiapsiagaan di setiap Unit Pelaksana Teknis, terutama dalam mengantisipasi potensi gangguan yang dapat terjadi selama momentum hari raya. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kesiapan sarana pendukung operasional.

Kakanwil mengingatkan agar setiap UPT memastikan ketersediaan genset sebagai langkah antisipasi apabila terjadi pemadaman listrik, sehingga operasional dan sistem pengamanan tetap berjalan dengan baik. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya ketersediaan air bersih di setiap UPT. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menyiapkan sumur bor dragon sebagai langkah antisipatif apabila terjadi gangguan listrik yang dapat memengaruhi distribusi air.
Menanggapi arahan tersebut, para Kepala UPT menyampaikan komitmen untuk melaksanakan seluruh instruksi yang telah disampaikan oleh Kakanwil. Para Ka-UPT menyatakan kesiapan jajaran di masing-masing satuan kerja untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat pengawasan, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung berada dalam kondisi siap guna menghadapi momentum perayaan Idul Fitri.
Melalui kegiatan Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat dapat semakin siap menjaga kondisi yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga pelayanan kepada masyarakat serta proses pembinaan terhadap warga binaan tetap berjalan optimal menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

KANWIL DITJENPAS KALBAR GELAR BUKA PUASA BERSAMA, KAKANWIL BAGIKAN TAKJIL KEPADA MASYARAKAT

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung di lapangan Kanwil Ditjenpas Kalbar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai Kanwil Ditjenpas Kalbar serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Kota Pontianak.

Sebelum pelaksanaan buka puasa bersama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, bersama jajaran terlebih dahulu melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kegiatan berbagi takjil ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat sekitar.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kebersamaan di lapangan Kanwil Ditjenpas Kalbar. Suasana kekeluargaan tampak terasa ketika seluruh jajaran pegawai dan para Kepala UPT se-Kota Pontianak berkumpul dalam momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi hidangan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Ia berharap melalui momentum Ramadan ini, seluruh jajaran dapat semakin meningkatkan nilai kebersamaan, memperkuat solidaritas, serta terus memberikan pengabdian terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan.

Sementara itu, kegiatan juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Mansyur. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.

Ia menjelaskan bahwa orang yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya serta pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan sesama.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan kebersamaan dan kekompakan seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar semakin kuat, sehingga dapat terus memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

MAKLUMAT PELAYANAN KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN KALIMANTAN BARAT

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menetapkan Maklumat Pelayanan sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan dan komitmen terhadap Penyelenggaraan Kebijakan serta untuk mewujudkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Maklumat Pelayanan ini merupakan bukti kesungguhan kami sebagai pemberi layanan kepada masyarakat untuk menetapkan prinsip-prinsip Good Governance (Transparansi, Akuntabilitas, Keterbukaan dan Keadilan).

SAFARI RAMADAN KABAGTUM KANWIL DITJENPAS KALBAR SAPA WARGA BINAAN, PERKUAT PEMBINAAN DAN KEBERSAMAAN

Dalam semangat kebersamaan di bulan suci Ramadan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Bistok Oloan Situngkir dan Kabid. Pembimbingan Kemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Safari Ramadan ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Putussibau dan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sanggau, Jumat (06/03).

Dalam kunjungannya, Kabag TU Kanwil Ditjenpas Kalbar meninjau sejumlah fasilitas di rutan, mulai dari blok hunian warga binaan, dapur penyediaan makanan, hingga area layanan kunjungan. Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh layanan berjalan optimal, serta kebersihan dan keamanan tetap terjaga.

Tidak hanya melakukan monitoring, Kabag TU juga menyempatkan diri berdialog dan menyapa warga binaan.

Ia mengajak para warga binaan untuk memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta menumbuhkan semangat untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Setelah itu, Kabagtum memberikan arahan kepada jajaran petugas, Kabagtum menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan, integritas, serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak citra institusi pemasyarakatan.

“Momentum Ramadan ini harus kita jadikan sebagai pengingat untuk terus meningkatkan integritas, menjaga kekompakan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan,” ujarnya.

Terakhir, Kabagtum mengajak para petugas agar bijak dalam bermedia sosial dan menjaga keutuhan Rumah Tangga.

Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, diharapkan tercipta suasana yang penuh kebersamaan dan kedamaian di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, berintegritas, dan humanis.

KABAGTUM DAN KABID PK KANWIL DITJENPAS KALBAR AUDIENSI DENGAN PEMKAB KAPUAS HULU BAHAS RENCANA PEMBANGUNAN BAPAS KELAS II PUTUSSIBAU

Kapuas Hulu – Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Bistok Oloan Situngkir Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Japaham Sinaga melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam rangka membahas rencana pembangunan Balai Pemasyarakatan (Bapas) di wilayah Kapuas Hulu, kamis (06/03).

Dalam pertemuan tersebut, Kabag Tata Usaha dan Umum menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dapat mendukung rencana pembangunan Bapas melalui hibah tanah maupun bangunan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat operasional layanan pemasyarakatan di wilayah Kapuas Hulu.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Bapas merupakan bagian dari implementasi kebijakan dalam KUHP yang baru, yang menuntut penguatan fungsi pembimbingan kemasyarakatan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Pembangunan Bapas ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan dalam KUHP yang baru. Oleh karena itu, diperlukan penguatan fungsi pembimbingan kemasyarakatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Bistok.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Japaham Sinaga menambahkan bahwa pihaknya berharap pemerintah daerah dapat membantu menyediakan lahan kurang lebih seluas satu hektare untuk pembangunan Bapas.

Menurutnya, apabila lahan tersebut dapat tersedia, maka pembangunan direncanakan dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat guna mendukung kelancaran operasional layanan pemasyarakatan di wilayah Kapuas Hulu

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Ambrosius Sadau menyampaikan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melaporkan rencana tersebut kepada Bupati Kapuas Hulu. Pemerintah daerah juga akan berupaya mencari lokasi yang memungkinkan untuk mendukung rencana pembangunan Bapas tersebut.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat dengan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam memperkuat pelayanan pemasyarakatan serta mendukung pelaksanaan kebijakan hukum nasional.

KABAG TATA USAHA DAN UMUM BERSAMA KABID PEMBIMBINGAN KEMASYARAKATAN LAKSANAKAN SAFARI RAMADAN DI LAPAS KELAS IIB SINTANG

SINTANG – Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bistok Oloan Situngkir, bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, melaksanakan Safari Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sintang.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan, pengawasan, sekaligus silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Dalam kunjungannya, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum meninjau langsung layanan besukan, dapur, serta blok hunian guna memastikan pelayanan dan kondisi warga binaan berjalan dengan baik dan sesuai standar. Peninjauan ini juga menjadi bentuk komitmen dalam menjaga kualitas layanan pemasyarakatan.

Dalam arahannya kepada jajaran petugas, beliau menekankan pentingnya menjaga kedisiplinan dalam bekerja, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba, serta membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis sebagai fondasi integritas pribadi. Selain itu, seluruh petugas juga diingatkan untuk bijak dalam bermedia sosial guna menjaga citra institusi dan profesionalisme sebagai insan pemasyarakatan.

Sebagai bagian dari rangkaian Safari Ramadan, kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama warga binaan. Momentum tersebut menjadi wujud kebersamaan dan upaya mempererat tali persaudaraan, serta menghadirkan suasana Ramadan yang penuh kehangatan di lingkungan Lapas Kelas IIB Sintang.

PERKUAT SINERGI DAN KETAHANAN PANGAN, KABAG TU DAN KABID PEMBIMBINGAN KEMASYARAKATAN KUNJUNGI BAPAS SINTANG

SINTANG – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan memastikan optimalisasi tugas pokok serta fungsi pembimbingan kemasyarakatan, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Bistok Oloan Situngkir, bersama Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sintang pada Rabu (04/03).

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antarunit kerja serta meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung kinerja petugas di lapangan.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut adalah peninjauan program ketahanan pangan yang dikelola secara mandiri oleh Bapas Sintang. Rombongan berkesempatan melihat langsung budidaya seledri dan ayam kampung yang menjadi program unggulan pemberdayaan di lingkungan kerja tersebut.

“Program ini merupakan wujud nyata dukungan kita terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus menjadi sarana pemberdayaan yang berdampak positif bagi lingkungan kerja,” ujar Bistok Oloan Situngkir di sela-sela peninjauan.

Usai meninjau fasilitas kantor, Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran petugas Bapas Sintang. Dalam arahannya, beliau menekankan tiga poin utama:

  1. Integritas dan Rasa Syukur: Mengajak petugas untuk selalu bersyukur dan konsisten berbuat baik dalam menjalankan tugas.
  2. Kedisiplinan: Menekankan pentingnya disiplin waktu sebagai cerminan profesionalisme ASN.
  3. Etika Media Sosial: Mengimbau seluruh petugas agar bijak dalam bermedia sosial guna menjaga marwah dan citra institusi di mata publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan, Japaham Sinaga, menyoroti meningkatnya perhatian pemerintah terhadap sektor pemasyarakatan. Menurutnya, pemberlakuan KUHP yang baru membawa peluang besar bagi penguatan peran fungsional maupun struktural bagi insan pemasyarakatan, khususnya di lingkungan Bapas.

“Mari kita bersama-sama mendoakan dan berupaya agar seiring dengan bertambahnya jumlah Bapas di Indonesia, perhatian serta dukungan pemerintah terhadap kesejahteraan dan fasilitas petugas juga semakin meningkat,” ungkap Japaham.

Menanggapi arahan tersebut, Kepala Bapas Sintang, Nurwan, menyatakan kesiapannya untuk segera menindaklanjuti seluruh instruksi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Bapas Sintang berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Segala arahan akan segera kami implementasikan sebagai bentuk keseriusan kami dalam membangun Bapas Sintang yang lebih baik,” pungkas Nurwan.

DIRJENPAS RESMIKAN DAPUR SEHAT DI LIMA UPT KALBAR, TEGASKAN KOMITMEN PEMASYARAKATAN HUMANIS DAN BERKUALITAS


Pontianak – Komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang humanis dan berstandar layanan tinggi kembali ditegaskan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, secara resmi meresmikan Dapur Sehat pada lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Senin (02/03).
Peresmian ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam memastikan terpenuhinya hak dasar Warga Binaan, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan gizi yang layak. Lima UPT yang kini resmi memiliki Dapur Sehat yakni Lapas Kelas IIA Pontianak, Lapas Kelas IIB Singkawang, Rutan Kelas IIA Pontianak, Rutan Kelas IIB Sambas, dan Rutan Kelas IIB Landak.
Program Dapur Sehat merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang berfokus pada penguatan layanan dasar, peningkatan profesionalisme petugas, serta optimalisasi pembinaan Warga Binaan secara berkelanjutan.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan bahwa kehadiran Dapur Sehat menjadi simbol transformasi Pemasyarakatan di Kalimantan Barat.

Melalui Dapur Sehat, kita ingin memastikan pemenuhan hak dasar Warga Binaan berjalan optimal. Ini adalah wujud Pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berdampak. Kita tidak hanya membina, tetapi juga memastikan kualitas hidup mereka selama menjalani masa pidana tetap terjaga,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Mashudi menegaskan bahwa kualitas layanan makanan di dalam lapas dan rutan merupakan indikator penting wajah Pemasyarakatan modern.

“Pemasyarakatan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan layanan yang layak. Dapur Sehat bukan hanya soal memasak, tetapi tentang standar kebersihan, kualitas gizi, dan komitmen kita menghadirkan pembinaan yang bermartabat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah progresif jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam merealisasikan program strategis tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar, para Kepala UPT, serta seluruh petugas dan mitra kerja. Harapan kami, UPT lain yang masih belum memiliki Dapur Sehat, segera menyusul agar standar layanan semakin merata dan berkualitas,” pesannya.

Tidak hanya peresmian Dapur Sehat, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial kepada panti asuhan di Kota Pontianak sebanyak 25 paket bantuan. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial jajaran Pemasyarakatan kepada masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat nilai empati dan kebermanfaatan institusi di tengah lingkungan sosial.

Dengan diresmikannya lima Dapur Sehat ini, Kanwil Ditjenpas Kalbar menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan sistem Pemasyarakatan yang lebih profesional, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.

KAKANWIL DITJENPAS KALBAR TEKEN KERJA SAMA KEMANDIRIAN PANGAN, GRIYA ABHIPRAYA “KAPUAS” SEGERA DIKEMBANGKAN

Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat bersama Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pontianak melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri Pontianak dalam rangka mendukung program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan, Senin (02/03).
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya pada poin ke-8 yaitu Kemandirian Pangan melalui Program Pertanian, Perikanan, dan Peternakan.
Sebelumnya, pada 10 Februari 2026 telah dilakukan pencanangan tiang pertama pembangunan Griya Abhipraya “Kapuas” oleh Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Kepala Bapas Pontianak, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pimpinan CV Berkah Sappo Mandiri, serta Camat setempat sebagai bentuk komitmen bersama dalam merealisasikan program tersebut.
Ke depan, kawasan Griya Abhipraya akan dilengkapi dengan sarana peternakan berupa empat unit kandang ayam menggunakan metode close house rak colony. Sistem modern ini dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas suhu dan kesehatan ternak, sekaligus meningkatkan produktivitas hasil panen secara berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyampaikan bahwa pemasyarakatan memiliki potensi besar yang harus dioptimalkan secara maksimal.
“Di pemasyarakatan ini potensi cukup luar biasa. Kalau kita tidak gunakan, jangan sampai ada lahan yang idle. Setiap aset harus produktif, setiap program harus menghasilkan manfaat nyata, tidak hanya bagi klien pemasyarakatan tetapi juga bagi masyarakat sekitar serta mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kampus ke depan.
“Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi sekaligus masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kakanwil Ditjenpas Kalbar, Jayanta, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan lahan seluas 10.000 (sepuluh ribu) meter persegi sebagai kawasan pengembangan program kemandirian pangan yang terintegrasi dengan fungsi pembimbingan dan reintegrasi sosial.
Ia menegaskan bahwa Griya Abhipraya tidak hanya menjadi pusat kegiatan produktif, tetapi juga sarana pembinaan yang berdampak langsung bagi klien pemasyarakatan.
“Griya Abhipraya harus menjadi simbol harapan, perubahan, dan masa depan yang lebih baik, khususnya bagi klien pemasyarakatan dan masyarakat sekitar,” tutup Jayanta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lilik Sujandi selaku Direktur Kepatuhan Internal, Kadek Anton Budiharta selaku Direktur Sistem dan Strategi, para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalimantan Barat, serta jajaran petugas pemasyarakatan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalbar.

TEBAR BENIH LELE DI RUTAN SAMBAS, KAKANWIL DITJENPAS KALBAR PERKUAT PROGRAM KETAHANAN PANGAN

Tebar Benih Lele di Rutan Sambas, Kakanwil Ditjenpas Kalbar Perkuat Program Ketahanan Pangan
Sambas – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, melaksanakan kegiatan tebar benih ikan lele di Rutan Kelas IIB Sambas, sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan, Kamis (26/02).

Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Perawatan, Amico Balalembang, serta Kepala Rutan Kelas IIB Sambas Andriyas Dwi Pujoyanto beserta jajaran. Penebaran benih dilakukan di kolam budidaya yang telah dipersiapkan sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Jayanta menegaskan bahwa program budidaya ikan lele bukan sekadar kegiatan produktif, tetapi juga langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan di dalam lapas dan rutan.
“Ketahanan pangan di dalam lapas dan rutan adalah bagian dari komitmen kita untuk mewujudkan pemasyarakatan yang produktif dan mandiri. Melalui budidaya ikan lele ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi lahan dan sarana yang tersedia di lingkungan UPT pemasyarakatan menjadi kunci dalam mendukung program pembinaan berbasis kemandirian dan pemberdayaan. Kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan pembinaan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup warga binaan melalui pelatihan keterampilan praktis dan berkelanjutan.
“Budidaya ikan lele di dalam rutan bukan hanya kegiatan pembinaan biasa, tetapi memiliki manfaat strategis yang nyata. Selain mendukung ketahanan pangan internal dan menambah asupan protein bagi warga binaan, program ini juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan kemandirian sebagai bekal setelah mereka kembali ke Masyarakat,” terang Jayanta.

Produksi pangan secara mandiri turut membantu efisiensi anggaran konsumsi, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bentuk kontribusi nyata pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tebar benih ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan rutan yang produktif, mandiri, dan berorientasi pada pembinaan. Dengan sinergi antara pimpinan wilayah dan jajaran UPT, program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan Kalimantan Barat diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas.