KANWIL DITJENPAS KALIMANTAN BARAT MELAKSANAKAN KEGIATAN PENGUKUHAN PETUGAS SATUAN TUGAS OPERASIONAL KEPATUHAN INTERNAL (SATOPS PATNAL) PADA TINGKAT KANTOR WILAYAH SERTA UNIT KHUSUS KEPATUHAN INTERNAL PADA TINGKAT UPT PEMASYARAKATAN

Pontianak – Selasa (07 April 2026) Kegiatan tersebut berlangsung di Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak dan diikuti oleh jajaran pejabat serta petugas pemasyarakatan, dengan jumlah petugas yang dikukuhkan sebanyak 63 orang. Pengukuhan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat fungsi pengawasan internal serta memastikan optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan. Melalui pembentukan dan penguatan SATOPS PATNAL, diharapkan tercipta sistem kerja yang lebih tertib, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam amanatnya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, menegaskan bahwa SATOPS PATNAL memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga dan mengawal kepatuhan internal di lingkungan pemasyarakatan. Ia menyampaikan bahwa keberadaan satuan tugas ini menjadi garda terdepan dalam memastikan terlaksananya tata kelola pemasyarakatan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“SATOPS PATNAL harus mampu menjadi penggerak utama dalam menegakkan disiplin, mendeteksi potensi pelanggaran, serta memastikan setiap pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau berpesan agar seluruh petugas yang telah dikukuhkan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai kejujuran, serta bertindak tegas namun tetap humanis. Ia juga menekankan pentingnya menjadi teladan bagi seluruh jajaran. “Jadilah petugas yang tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dari praktik penyimpangan yang tidak sesuai ketentuan,” tegasnya.

Selain itu, Kepala Kantor Wilayah juga mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menyikapi penggunaan media sosial. Ia menegaskan agar seluruh pegawai senantiasa menjaga nama baik institusi dan lingkungan kerja guna menghindari pemberitaan negatif yang dapat merugikan citra organisasi.

Kegiatan pengukuhan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh jajaran pemasyarakatan dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang semakin baik, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Barat.

DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI BAKTI PEMASYARAKATAN (HBP) KE-62 TAHUN 2026, JAJARAN PEMASYARAKATAN TERUS MENUNJUKKAN KOMITMEN NYATA DALAM MEWUJUDKAN “PEMASYARAKATAN BERSIH”

Pontianak – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026, jajaran pemasyarakatan terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan “Pemasyarakatan Bersih”. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika melalui pelaksanaan tes urine secara serentak pada Senin, 06 April 2026.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai Kanwil Ditjenpas Kalbar yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Wilayah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai dan dilaksanakan secara tertib, transparan, serta sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Barat (BNNP Kalbar) yang turut berperan dalam proses pemeriksaan dan pengawasan, sehingga menjamin hasil yang objektif dan akurat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh peserta dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dalam menjaga integritas serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari narkoba.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Barat, Jayanta, menegaskan bahwa komitmen pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkoba. Ini adalah bentuk keteladanan yang harus dimulai dari dalam. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, karena integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas pemasyarakatan,” tegas Jayanta.

Ia juga menekankan bahwa sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BNNP Kalbar, menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pemberantasan narkoba.

“Kolaborasi dengan BNNP Kalbar menjadi wujud sinergi yang harus terus kita bangun, agar upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Kalbar Amico Balalembang turut menyampaikan bahwa kegiatan tes urine ini merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini serta penguatan pengawasan internal.

“Pelaksanaan tes urine ini menjadi langkah preventif yang sangat penting dalam memastikan seluruh jajaran tetap berada dalam koridor yang benar. Selain sebagai bentuk pengawasan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam bekerja,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Kalimantan Barat berharap dapat terus memperkuat kepercayaan masyarakat serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

Berikan Penguatan kepada KaUPT se-Kalbar, Kakanwil : Hindari Pelanggaran, Jaga Kepercayaan Publik terhadap Pemasyarakatan.

Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat (Kakanwil Ditjenpas Kalbar) Jayanta yang didampingi oleh Kabag Tata Usaha dan Umum Bistok O Situngkir memberikan penguatan tugas dan fungsi pemasyarakatan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Pontianak sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja dan integritas jajaran pemasyarakatan, Jumat (03/04/2026).


Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa aspek keamanan dan ketertiban merupakan prioritas utama yang tidak boleh ditawar dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Ia meminta seluruh Kepala UPT untuk meningkatkan kontrol dan pengawasan guna memastikan kondisi Lapas dan Rutan tetap aman, tertib, dan kondusif.


“Keamanan adalah harga mati. Tidak boleh ada celah sekecil apa pun yang dapat mengganggu stabilitas di dalam Lapas dan Rutan,” tegasnya.


Kakanwil juga menginstruksikan agar seluruh jajaran UPT berpedoman pada Pedoman Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 Tahun 2026 dalam setiap pelaksanaan kegiatan, sehingga seluruh program yang dijalankan memiliki arah yang jelas, terukur, dan berdampak nyata.


Selain itu, perhatian terhadap pemenuhan hak dasar warga binaan turut menjadi sorotan. Melalui program dapur sehat, Kakanwil meminta agar pengelolaan makanan bagi warga binaan terus ditingkatkan dari segi kualitas, kebersihan, dan nilai gizi.


“Dapur sehat harus benar-benar kita pastikan berjalan optimal. Ini bukan hanya program, tetapi bentuk tanggung jawab kita dalam memenuhi hak dasar warga binaan,” ujarnya.


Menutup arahannya, Kakanwil memberikan penekanan tegas terkait pentingnya menjaga marwah institusi. Ia mengingatkan seluruh Kepala UPT untuk senantiasa menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang berpotensi menimbulkan pemberitaan negatif.


“Jaga nama baik pemasyarakatan. Hindari segala tindakan yang dapat mencederai kepercayaan publik. Kita harus menjadi institusi yang bersih, profesional, dan dapat dipercaya,” tegasnya. Melalui penguatan ini, diharapkan seluruh jajaran pemasyarakatan di Kalimantan Barat semakin solid, berintegritas, dan mampu menghadirkan pelayanan prima (Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel).

KANWIL DITJENPAS KALBAR LAKSANAKAN PENYEMATAN DAN PENYERAHAN SK KENAIKAN PANGKAT KEPADA 19 PEGAWAI

Pontianak – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan penyematan tanda kenaikan pangkat dan penyerahan Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat kepada pegawai di lingkungan Kanwil Ditjenpas Kalbar, pada Rabu, 01 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan kinerja para pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai insan pemasyarakatan. Sebanyak 19 orang pegawai menerima kenaikan pangkat pada kesempatan tersebut.

Prosesi penyematan tanda kenaikan pangkat dan penyerahan SK dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, kepada perwakilan pegawai yang naik pangkat, disaksikan oleh seluruh jajaran pegawai.

Dalam sambutannya, Jayanta menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya sekadar bentuk penghargaan, tetapi juga merupakan amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. “Kenaikan pangkat ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi yang telah saudara berikan. Namun demikian, hal ini juga menjadi tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan kinerja, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai insan pemasyarakatan,” ujar Jayanta.

Ia juga berharap agar momentum kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pegawai untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat kepada para pegawai yang menerima kenaikan pangkat, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas capaian yang telah diraih.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Kanwil Ditjenpas Kalbar dapat terus memperkuat komitmen dalam bekerja secara profesional, berintegritas, serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN GELAR SILATURAHMI IDULFITRI 1447 H, TEKANKAN KEBERSAMAAN DAN KETAHANAN PANGAN

Pontianak – Keluarga besar Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpas) menyelenggarakan acara silaturahmi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Barat pada Senin (30/03/2026). Acara yang mengusung tema “Silaturahmi Menguatkan Kebersamaan” ini dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Polisi (Purn.) Dr. Agus Andrianto, S.H., M.H., beserta jajaran pimpinan tinggi lainnya. Acara ini diikuti secara luring oleh pejabat pusat dan secara daring oleh seluruh jajaran Kantor Wilayah serta Unit Pelaksana Teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Dalam prakatanya, Sekretaris Jenderal Kemenimpas, Dr. Asep Kurnia, melaporkan keberhasilan pengumpulan zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah Ramadan tahun ini yang menunjukkan peningkatan sebesar 5,53% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain laporan filantropi, acara ini juga dimeriahkan dengan sajian hidangan khas nusantara yang dibawa oleh para pegawai dari daerah asal mereka sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal dan simbol persatuan.

Menteri Agus Andrianto dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin serta mengajak seluruh jajaran untuk melakukan refleksi diri pasca-Ramadan. Beliau menekankan bahwa kualitas ibadah harus tercermin dalam perilaku nyata dan kinerja pelayan publik.

Menyikapi dinamika global, Menteri Agus memberikan perhatian khusus pada isu ketahanan pangan. Beliau mendorong para pegawai untuk mulai membangun ketahanan pangan mandiri dari lingkungan keluarga guna menghadapi fluktuasi ekonomi dan harga komoditas yang dipicu oleh situasi internasional. “Mari kita kembali membangun semangat untuk melakukan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujar Menteri Agus menutup sambutannya sebelum memulai prosesi saling bersalaman dengan seluruh staf.

3.392 WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN KALBAR TERIMA REMISI IDUL FITRI 1447 H, 49 ORANG LANGSUNG BEBAS

Pontianak – Sebanyak 3.392 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat menerima remisi khusus dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Dari jumlah tersebut, 49 orang di antaranya langsung dinyatakan bebas, Sabtu (21/03).

Pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perilaku baik serta aktif mengikuti program pembinaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, menyampaikan bahwa remisi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri.

“Remisi yang diberikan ini merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Kami berharap ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berperilaku baik dan mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ujar Jayanta.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemberian remisi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan yang berorientasi pada reintegrasi sosial.

“Momentum Idul Fitri ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat semangat perubahan diri. Bagi yang langsung bebas, kami berharap dapat kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik serta produktif,” tambahnya.

Salah satu warga binaan yang langsung bebas mengungkapkan rasa syukur dan harunya setelah mendapatkan remisi pada Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah, ini menjadi momen yang sangat berarti bagi saya. Saya berterima kasih atas pembinaan dan pelayanan yang telah diberikan selama ini. Ke depan, saya bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ungkapnya dengan haru.

Dengan pemberian remisi ini, diharapkan para warga binaan semakin termotivasi untuk menjalani masa pidana dengan baik serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

KAKANWIL DITJENPAS KALBAR TINJAU LAYANAN KUNJUNGAN HARI PERTAMA IDUL FITRI 1447 H DI LAPAS DAN RUTAN PONTIANAK

Pontianak – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat, Jayanta, didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Amico Balalembang, melakukan pemantauan langsung terhadap pelaksanaan layanan kunjungan pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapas dan Rutan Pontianak, Sabtu (21/03).

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa layanan kunjungan bagi masyarakat berjalan dengan optimal, tertib, serta tetap mengedepankan prinsip pelayanan prima.

Dalam peninjauan tersebut, Kakanwil Jayanta tidak hanya melakukan pengecekan fasilitas dan alur layanan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan keluarga warga binaan yang datang berkunjung. Ia menyapa dan berdialog dengan para pengunjung guna mendengarkan secara langsung pengalaman serta masukan terhadap layanan yang diberikan.

“Kami memastikan bahwa layanan kunjungan pada Hari Raya Idul Fitri ini berjalan dengan baik, tertib, dan humanis. Kanwil Ditjenpas Kalbar harus hadir dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengedepankan pelayanan prima,” ujar Jayanta.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Amico Balalembang, menegaskan bahwa seluruh jajaran telah disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama momentum Idul Fitri.

“Kami memastikan seluruh petugas memberikan pelayanan secara profesional, responsif, dan humanis, sehingga masyarakat yang melaksanakan kunjungan dapat merasakan kenyamanan serta keamanan selama berada di dalam lingkungan Lapas dan Rutan,” tegas Amico.

Salah satu keluarga warga binaan yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan oleh petugas.

“Kami merasa sangat terbantu dengan pelayanan yang diberikan. Prosesnya tertib, petugasnya ramah, dan suasananya juga nyaman, sehingga kami bisa bertemu keluarga dengan tenang di hari yang spesial ini,” ungkap salah satu pengunjung.

Dengan adanya pemantauan langsung ini, diharapkan seluruh pelaksanaan layanan kunjungan di Lapas dan Rutan Pontianak dapat berjalan maksimal serta memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan warga binaan